Telegram Menyalip! Aplikasi Saingan WhatsApp Ini Mulai Dilirik Jutaan Pengguna di 2025
Ilustrasi WhatsApp dan Telegram --
Pengguna Telegram menghabiskan rata-rata 3 jam 45 menit per bulan, sedangkan pengguna WhatsApp bisa mencapai 17 jam 6 menit per bulan.
BACA JUGA:
- WhatsApp Uji Fitur Baru! Kirim Foto dan Video Kini Tak Bisa Disimpan Sembarangan
- Aturan Baru, Android 15 Wajibkan Penyimpanan Internal Minimal 32 GB, Apa Dampaknya untuk Pengguna dan Vendor?
Isu Keamanan dan Kebebasan Ekspresi
Telegram sempat mengalami tekanan dari sejumlah pemerintah dunia karena dinilai terlalu bebas dalam penyebaran informasi.
Pavel Durov bahkan sempat ditahan di Prancis pada Agustus 2024 atas dugaan penyebaran konten ilegal. Meski kemudian dibebaskan bersyarat, kejadian itu memaksa Telegram untuk meningkatkan moderasi kontennya.
Walau begitu, Durov tetap menekankan pentingnya menjaga netralitas dan kebebasan berekspresi di platform Telegram. Ia mengaku lebih memilih tetap bebas ketimbang tunduk pada tekanan politik atau kepentingan bisnis tertentu.
Tantangan dari Raksasa Teknologi
Selain tekanan pemerintah, Telegram juga menghadapi tantangan dari perusahaan besar seperti Apple dan Alphabet. Menurut Durov, kedua perusahaan tersebut memiliki potensi untuk menyensor konten yang dikonsumsi pengguna serta memiliki akses penuh terhadap data pengguna.
Tak hanya itu, Durov juga mengungkap bahwa FBI pernah mencoba merekrut engineer Telegram untuk membuka backdoor sistem mereka, sebagai bentuk intervensi terhadap privasi pengguna.
Meski FBI tidak memberikan tanggapan, tuduhan ini menambah daftar panjang tekanan yang diterima Telegram karena sikap independennya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: