Max Verstappen Frustrasi: Mobil Red Bull Sulit Dikendalikan

Max Verstappen Frustrasi: Mobil Red Bull Sulit Dikendalikan

Max Verstappen, Image: @maxverstappen1 / Instagram--

radarpena.co.id - Pembalap Red Bull, Max Verstappen, mengungkapkan rasa frustrasinya setelah menjalani sesi kualifikasi yang sulit pada Grand Prix China. Juara dunia Formula 1 empat kali tersebut mengaku mobil yang ia kendarai sangat sulit dikendalikan sepanjang akhir pekan balapan di Shanghai.

Performa Red Bull memang terlihat kurang kompetitif sejak sesi awal. Dalam sprint race sebelumnya, Verstappen memulai balapan dari posisi kedelapan. Namun start yang kurang baik membuatnya sempat terlempar hingga posisi ke-14 sebelum akhirnya berhasil finis di posisi kesembilan.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa Red Bull tidak tampil sekuat biasanya di sirkuit Shanghai.

Perubahan Setelan Mobil Tidak Memberi Dampak

Tim Red Bull sebenarnya telah mencoba melakukan perubahan besar pada setelan mobil menjelang sesi kualifikasi. Harapannya, perubahan tersebut dapat meningkatkan performa mobil dan membuat Verstappen lebih kompetitif.

Namun kenyataannya berbeda. Perubahan tersebut tidak memberikan dampak signifikan pada performa mobil.

Verstappen bahkan tertinggal hampir satu detik dari pole sitter Andrea Kimi Antonelli dan hanya mampu menempati posisi kedelapan saat kualifikasi.

Ketika ditanya mengenai ekspektasinya untuk balapan hari Minggu, Verstappen memberikan jawaban yang cukup pesimistis.

Ia mengatakan bahwa tim telah melakukan banyak perubahan pada mobil, tetapi hasilnya tidak menunjukkan peningkatan yang berarti.

Verstappen Mengaku Tidak Bisa Mengendalikan Mobil

Verstappen menjelaskan bahwa masalah utama bukan hanya soal kecepatan mobil, tetapi juga soal kendali.

Ia merasa tidak dapat memaksimalkan performa mobil karena kendaraan tersebut sulit dikendalikan di lintasan.

Menurutnya, setiap lap yang dijalani terasa seperti bertahan hidup di atas mobil yang tidak stabil.

Verstappen juga menyebut mobil Red Bull tidak memberinya rasa percaya diri untuk menekan lebih jauh. Akibatnya, ia tidak bisa mengendarai mobil dengan agresif seperti biasanya.

Situasi ini membuatnya merasa tidak benar-benar mengontrol mobil saat berada di lintasan.

Masalah Mesin Bukan Penyebab Utama

Dalam penjelasannya, Verstappen mengakui bahwa ada sedikit perbedaan pada sisi unit tenaga. Namun ia menegaskan bahwa hal tersebut bukanlah penyebab utama dari masalah yang sedang dialami tim.

Menurut Verstappen, persoalan terbesar justru terletak pada karakter mobil yang sulit dikendalikan.

Ia bahkan menyebut mobil tersebut sering kehilangan traksi dan mudah mengalami spin ketika mencoba menekan lebih keras.

Karena kondisi itulah Verstappen merasa tidak memiliki referensi yang jelas saat mencoba meningkatkan kecepatan di setiap lap.

Red Bull Berusaha Memperbaiki Masalah

Verstappen mengatakan tim sebenarnya sudah mengetahui penyebab buruknya start yang ia alami pada sprint race sebelumnya. Ia berharap masalah tersebut bisa segera diperbaiki sebelum balapan utama dimulai.

Jika tidak, ia khawatir performa mobil akan kembali menyulitkannya di lintasan.

Ia bahkan sempat bercanda bahwa jika masalah tersebut tidak diperbaiki, ia bisa saja kembali terlempar jauh ke belakang.

Situasi ini tentu menjadi perhatian besar bagi Red Bull, mengingat mereka biasanya tampil dominan dalam beberapa musim terakhir di Formula 1.

Persaingan Ketat di Grid Formula 1

Selain Verstappen, rekan setimnya Isack Hadjar juga tidak mampu tampil lebih baik dalam sesi kualifikasi. Pembalap asal Prancis tersebut harus puas berada satu posisi di belakang Verstappen.

Hasil tersebut memperlihatkan bahwa Red Bull memang sedang menghadapi akhir pekan yang sulit di Grand Prix China.

Jika tidak ada perbaikan signifikan pada mobil, Verstappen memperkirakan Red Bull hanya akan bersaing di barisan tengah.

Ia bahkan menyebut timnya berpotensi menjadi tim posisi keempat jika tidak ada perubahan besar pada mobil mereka.

Kesimpulan

Akhir pekan Grand Prix China menjadi salah satu momen yang penuh tantangan bagi Max Verstappen dan tim Red Bull. Perubahan setelan mobil yang dilakukan tim belum mampu memberikan solusi terhadap masalah yang mereka hadapi.

Verstappen secara terbuka mengungkapkan bahwa mobil Red Bull sangat sulit dikendalikan, sehingga ia tidak dapat mengemudi dengan maksimal di lintasan. Jika masalah ini tidak segera diselesaikan, Red Bull berpotensi menghadapi persaingan yang lebih berat di musim Formula 1 kali ini.

Referensi:

Crash.net – Max Verstappen’s bleak Red Bull assessment: The car is completely undriveable – Lewis Duncan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: