Mengapa Liverpool Sulit Menembus Pertahanan Rapat di Premier League
Liverpool, Image: @liverpoolfc / Instagram--
radarpena.co.id - Musim ini, Liverpool mengalami kesulitan mencetak gol di Premier League meski berhasil tampil impresif di Liga Champions. Salah satu faktor utama adalah rendahnya ruang yang mereka hadapi saat menghadapi tim-tim dengan pertahanan rapat atau “low block”.
Istilah ini merujuk pada formasi bertahan tim yang menutup ruang di dekat gawang sendiri, sehingga jalur langsung ke gawang menjadi terbatas.
Manajer Liverpool, Arne Slot, kerap menyebut masalah ini dalam konferensi persnya, menunjukkan frustrasinya menghadapi lawan yang bertahan dalam. Slot menekankan pentingnya kreativitas, kecepatan, dan momen individual untuk menciptakan peluang di tengah blok pertahanan lawan.
Liverpool tercatat menghadapi persentase low block tertinggi dibandingkan tim lain di liga, membuat fluiditas permainan mereka terhambat secara konsisten.
Peran Set-Piece dalam Mengatasi Pertahanan Rapat
Salah satu cara Liverpool mencoba menembus low block adalah melalui set-piece. Slot menekankan bahwa situasi bola mati dapat menjadi peluang bagi tim yang telah menyiapkan pola latihan secara terstruktur. Namun, Liverpool musim ini belum berhasil memanfaatkan kesempatan ini secara optimal.
Kepergian pelatih set-piece Aaron Briggs pada Desember lalu berdampak pada efektivitas tendangan sudut dan free kick tim. Selain itu, absennya pengambil tendangan andalan seperti Trent Alexander-Arnold, Andy Robertson, dan Kostas Tsimikas membuat Liverpool kesulitan menghasilkan peluang dari bola mati.
Dominik Szoboszlai mengambil alih sebagian besar tendangan sudut, namun sebagian besar bola yang dikirimnya berupa out-swinger, berbeda dengan tren liga yang mengutamakan in-swinger ke area enam yard, yang lebih mempersulit kiper lawan.
Dampak Kehilangan Pemain Kunci di Sayap
Slot juga menyoroti pentingnya pemain cepat dan momen individu untuk membuka pertahanan lawan. Jeremie Frimpong, yang mampu menciptakan overload di sisi sayap lewat kecepatan dan kemampuan dribel satu lawan satu, menjadi contoh penting. Overload terjadi ketika Liverpool memiliki lebih banyak pemain di area tertentu dibanding lawan, sehingga ruang terbuka tercipta untuk peluang tembakan atau umpan ke dalam kotak penalti.
Sayangnya, cedera Frimpong membuat Liverpool kehilangan opsi vital di sisi sayap. Sementara itu, wingers utama seperti Mohamed Salah dan Cody Gakpo cenderung memotong ke tengah untuk menembak dengan kaki dominan, alih-alih melebar dan memanfaatkan ruang di sayap, sehingga peluang melawan low block menjadi lebih terbatas.
Masalah Tembakan Jarak Jauh
Liverpool juga mengandalkan tembakan jarak jauh sebagai salah satu cara menembus pertahanan rapat. Teori taktis menunjukkan bahwa ancaman tembakan dari luar kotak dapat menarik bek keluar dari posisinya, membuka ruang di depan gawang. Contohnya adalah gol Dominik Szoboszlai dari jarak jauh di Piala FA melawan Barnsley.
Namun, keberhasilan strategi ini membutuhkan ruang dan waktu yang cukup, yang sering sulit didapat karena absennya pemain seperti Luis Diaz dan Frimpong yang biasa menarik perhatian pertahanan lawan melalui dribel cepat.
Alternatif Strategi Slot dan Tantangan di Premier League
Selain set-piece dan tembakan jarak jauh, Slot menyarankan counter-attack atau memenangkan bola tinggi sebagai solusi melawan low block. Liverpool sering memanfaatkan kesalahan lawan untuk menembus pertahanan, tetapi lawan Premier League cenderung bermain panjang, meminimalkan penguasaan bola Liverpool, dan menutup peluang tekanan tinggi.
Perubahan strategi ini memaksa Liverpool untuk menyesuaikan formasi dan taktik. Mengutamakan kontrol defensif membuat tempo serangan melambat, penguasaan bola berkurang, dan intensitas pressing menurun. Meski demikian, kombinasi pemain kreatif seperti Florian Wirtz dan Hugo Ekitike menunjukkan potensi dalam memecah pertahanan rapat melalui kombinasi ruang sempit dan umpan balik yang cepat.
Kesimpulan
Kesulitan Liverpool menghadapi low block di Premier League merupakan kombinasi dari faktor lawan yang bermain defensif, kehilangan pemain kunci, dan adaptasi taktik yang sedang berlangsung. Meski memiliki kualitas individu dan potensi kreatif tinggi, efektivitas tim dipengaruhi oleh ruang, kecepatan, dan koordinasi di lapangan.
Bukti modern menunjukkan bahwa set-piece, overload di sayap, dan tembakan jarak jauh dapat meningkatkan peluang melawan pertahanan rapat, tetapi keberhasilan memerlukan eksekusi yang tepat dan pemanfaatan optimal pemain yang tersedia.
Referensi internasional:
How do Liverpool fix their struggles against low blocks – BBC Sport
Opta Premier League Statistics 2025-26 – Opta Sports
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: