Simon Tahamata Resmi Jadi Head Of Scouting: Pengalaman dan Keahliannya Jadi Aset Berharga untuk Indonesia
Simon Tahamata -tangkapan layar-
Standard Liège: Dua gelar Liga Belgia, 1 Piala Belgia, finalis Piala Eropa II.
Penghargaan: Pemain Terbaik Divisi Utama Belgia, Fair Play Award.
Setelah gantung sepatu pada 1996, Simon fokus pada pembinaan pemain muda. Ia pernah melatih di akademi top seperti Ajax, Standard Liege, Beerschot, dan bahkan mendirikan Akademi Sepak Bola Simon Tahamata pada 2015.
Penghormatan dari Ajax untuk Simon Tahamata
Sebagai bukti pengaruh dan warisannya dalam dunia sepak bola, Ajax Amsterdam memberikan penghormatan khusus kepada Simon Tahamata pada laga melawan Utrecht, 3 Maret 2025, di Stadion Johan Cruyff.
Pengakuan ini menunjukkan bahwa Simon bukan hanya legenda di Belanda, tapi juga sosok panutan dalam pengembangan generasi muda — hal yang kini akan ia bawa ke Timnas Indonesia.
Target PSSI: Lolos ke Piala Dunia 2026
Dengan masuknya Simon Tahamata ke dalam struktur teknis PSSI, organisasi ini semakin menunjukkan keseriusannya dalam membangun tim nasional yang kompetitif secara global.
Langkah ini melengkapi reformasi sepak bola yang telah dimulai PSSI sejak awal 2024, termasuk penunjukan Patrick Kluivert, restrukturisasi kompetisi usia muda, dan pemetaan diaspora sepak bola Indonesia di Eropa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: