Harga Tiket Indonesia Open 2025 di Istora Senayan: Mulai dari Rp50 Ribuan

Harga Tiket Indonesia Open 2025 di Istora Senayan: Mulai dari Rp50 Ribuan

Harga tiket Indonesia Open 2025 di Istora Senayan -PBSI -

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Turnamen bulu tangkis prestisius Indonesia Open 2025 yang akan berlangsung di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 3–8 Juni 2025, hadir dengan gebrakan baru. Tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari segi visual dan aksesibilitas penonton.

Ajang level BWF World Tour Super 1000 ini kini hadir dengan karpet pertandingan berwarna biru dan harga tiket paling terjangkau dalam sejarah turnamen paling muurah mulai dari hanya Rp 50.000.

Karpet Biru, Identitas Baru Indonesia Open

Ketua Panitia Pelaksana, Armand Darmadji, menjelaskan bahwa penggunaan karpet biru ini adalah bagian dari rebranding turnamen.

“Ini akan menjadi trademark Indonesia Open, seperti All England dengan karpet abu-abunya dan World Tour Finals dengan karpet merahnya,” ujar Armand saat konferensi pers di Pelatnas PBSI, Cipayung, 7 Mei 2025.

Karpet biru ini akan digunakan minimal dalam dua edisi ke depan, berkat kerja sama dengan produsen perlengkapan olahraga Victor. 

Warna ini sudah mendapat persetujuan resmi dari Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

BACA JUGA:Jadwal Siaran Langsung Final Liga Champions 2024-2025 PSG vs Inter Milan di Allianz Arena

BACA JUGA:Jadwal dan Pembagian Grup 16 Besar Liga 4 Nasional 2024/2025: Persaingan Sengit Rebut Tiket Promosi ke Liga 3

Harga Tiket Turun Drastis, Mulai dari Rp 50 Ribu!

Dibandingkan tahun 2024, harga tiket Indonesia Open 2025 mengalami penurunan signifikan. 

Jika sebelumnya tiket presale termurah dibanderol Rp 150 ribu, kini tiket babak pertama hanya Rp 50 ribu untuk kategori 2 dengan sistem One Time Entry.

“Kami menyesuaikan harga tiket agar bisa diakses lebih banyak penonton. Ini adalah harga termurah di seluruh turnamen Super 1000 dunia,” jelas Armand.

One Time Entry hanya berlaku untuk Kategori 1 dan 2, dan hanya bisa dibeli langsung di lokasi pertandingan, dengan sistem antre langsung — tidak dapat diwakilkan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait