Doa dan Amalan 1 Muharram 1447 H, Buka Tahun Baru Islam dengan Cahaya Kebaikan
Doa meluluhkan hati suami -Pexels/ Anastasia Shuraeva-
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Tahun baru bukan hanya milik kalender Masehi. Umat Islam juga punya momen istimewa di setiap awal bulan Muharram, penanda dimulainya tahun baru dalam kalender Hijriah.
Tahun ini, 1 Muharram 1447 H jatuh pada hari Jumat, 27 Juni 2025, sebuah waktu yang tepat untuk merenung dan memperbaiki diri.
Lebih dari sekadar pergantian angka tahun, momen ini mengingatkan kita pada peristiwa besar, hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah.
Sebuah langkah penuh keberanian dan keyakinan, yang menjadi tonggak awal peradaban Islam. Di sinilah makna hijrah sejati muncul, berpindah dari kegelapan menuju cahaya, dari keburukan menuju kebaikan.
Sebagai umat Islam, kita dianjurkan untuk menyambut tahun baru Hijriah dengan amalan-amalan yang baik. Salah satunya adalah membaca doa, baik di akhir tahun maupun awal tahun.
BACA JUGA:Peran Istri dalam Rumah Tangga Menurut Islam, Haruskah Mengerjakan Pekerjaan Domestik?
BACA JUGA:9 Peristiwa Penting di Bulan Dzulhijjah dalam Sejarah Islam
Berikut ini bacaan doa-doa yang bisa kamu lantunkan:
Doa Penutup Tahun Hijriah (30 Zulhijjah 1446 H)
Disarankan dibaca setelah salat Ashar, sebelum masuk waktu Maghrib, yakni pada Kamis, 26 Juni 2025.
اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ، وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ، وَحَمَلْتَ فِيهَا عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي، وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَأَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ، فَإِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ، فَاغْفِرْ لِي، وَمَا عَمِلْتُ فِيهَا مِمَّا تَرْضَى، وَوَعَّدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ، فَأَسْأَلُكَ أَنْ تَقْبَلَ مِنِّي، وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيمُ
Allahumma ma ‘amiltu min ‘amalin fi hadhihis-sanati ma nahaytani ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fīha ‘alayya bi faḍlika ba‘da qudratika ‘ala ‘uqubati, wa da‘awtani ilat-tawbati ba‘da jara’ti ‘ala ma‘siyatika, fa inni astaghfiruka, faghfir li, wa ma ‘amiltu fīha mimma tarda, wa wa‘adtani ‘alayhis-sawaba, fa as’aluka an taqbal minni, wa la taqṭa‘ raja'i minka ya karim.
Artinya:
“Ya Allah, apa pun perbuatanku di tahun ini yang Engkau larang dan aku belum bertobat darinya, serta yang Engkau maafkan karena karunia-Mu setelah Engkau mampu menyiksaku, dan Engkau mengajak aku bertobat setelah aku berani bermaksiat kepada-Mu, sesungguhnya aku memohon ampun kepada-Mu, maka ampunilah aku. Terimalah amalanku yang Engkau ridai dan yang Engkau janjikan pahala. Janganlah Engkau putus harapanku kepada-Mu, wahai Yang Maha Mulia.
BACA JUGA:Doa Pembuka Aura Wajah ala Nabi Yusuf: Pancarkan Pesona dan Inner Beauty Secara Islami
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: