Bukti Nyata: Keberadaan Sungai di Dasar Laut Meksiko Isi Surah Al-Furqan Ayat 53
Bukti ayat Al Qur'an tentang Air Tawar di Dasar Laut--
Tafsir Surah Al-Furqan Ayat 53
Merujuk Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, surah Al-Furqan ayat 53 menjadi pengingat dan perintah agar manusia merenungi keadaan alam sekeliling.
"Dan Dialah yang mencampurkan dua laut, yang ini tawar sejuk, yang itu asin pahit, dan di antara keduanya ada pembatas dan penghalang yang tidak bisa dilalui."
BACA JUGA:Fakta Menarik Istana Apostolik, Kediaman Resmi Paus yang Sarat Sejarah dan Simbol Kekuasaan
Air sungai yang tawar enak diminum, bisa melepas dahaga, telah mengalir beribu tahun ke lautan yang airnya asin pahit.
Setiap waktu, air laut yang asin mendidih naik dipanaskan oleh cahaya matahari atau dibawa angin dahsyat. Begitu sampai di udara air yang asin itu disaring oleh awan dan jatuh ke bumi sebagai hujan, rasanya sudah tawar, sejuk, dan hilang asinnya. Namun apabila kita pergi ke kuala kita melihat air asin dan air tawar bertemu, namun batas antara air asin dengan air tawar tetap terlihat.
Dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan, (Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit) yaitu, Dialah Dzat yang menciptakan kedua air itu, yaitu air tawar dan air asin.
Air tawar itu terdapat di sungai-sungai, mata air, dan sumur-sumur. Air tawar ini segar dan mudah diminum.
BACA JUGA:10 Ayat Al-Quran tentang Masa Sulit dan Solusinya, Penyejuk Hati saat Ujian Melanda
Pendapat ini dikatakan Ibnu Juraij, dan dipilih oleh Ibnu Jarir. Makna ini tidak diragukan lagi kebenarannya, karena sesungguhnya ini tidak ada suatu laut pun yang airnya tawar dan menyegarkan. Air tawar adalah air yang dikonsumsi manusia, dan Allah SWT membaginya di antara makhluk-Nya karena mereka memerlukannya, melalui sungai-sungai dan mata air-mata air di setiap kawasan di bumi sesuai dengan kebutuhan mereka, baik untuk diri mereka sendiri maupun keperluan tanah mereka.
Kemudian Allah SWT berfirman, (dan yang lain asin lagi pahit) yaitu asin, pahit, sulit untuk diminum. Air ini terdapat di laut-laut di berbagai belahan bumi.
Semua laut ini diciptakan Allah SWT dengan air yang asin, agar tidak menimbulkan pencemaran pada udara, sehingga bisa merusak lingkungan, dan agar bumi tidak berbau busuk karena hewan-hewan yang mati di dalamnya. Air laut asin, maka udaranya segar dan bangkai hewannya halal.
Kemudian terkait firman Allah SWT (dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas) mufassir memaknainya sebagai antara air tawar dan air asin, dan makna (barzakhan) adalah dinding yang berupa tanah kering (dan batas yang menghalangi) yaitu penghalang di antara keduanya, agar salah satu di antaranya tidak bercampur dengan yang lainnya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: