Inilah Sejarah dan Makna Suci yang Tersembunyi, Lebih dari Sekadar Ketupat dan Maaf-maafan
Idul Fitri adalah waktu yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi dengan keluarga, kerabat, dan teman. Tradisi saling bermaaf-maafan menjadi simbol penting dalam memperkuat persaudaraan.--Shoppee
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Hari Raya Idul Fitri atau yang sering disebut Lebaran di Indonesia, merupakan momen yang sangat dinantikan oleh umat Muslim di Seluruh dunia.
Perayaan ini menandai berakhirnya bulan suci Ramadan, bulan yang penuh dengan keberkahan di mana umat Muslim menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh.
Tidak hanya itu, Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran identik dengan ketupat dan juga maaf-maafan kepada sesama umat Muslim.
Di momen yang berbahagia ini, tak salah untuk mengulas kembali sejarah dan makna suci dari Hari Raya Idul Fitri yang lebih dari sekedar ketupat serta maaf-maafan.
BACA JUGA:Cara Membuat Sendiri Desain Twibbon Idul Fitri di Canva, Mudah Anti Ribet
Sejarah Singkat Idul Fitri
Sejarah Idul Fitri berawal dari masa Nabi Muhammad SAW, setelah hijrah ke Madinah, beliau mendapati masyarakat setempat merayakan dua hari raya dengan tradisi yang kurang sesuai dengan ajaran Islam.
Kemudian Allah SWT mengganti kedua hari raya tersebut dengan Idul Fitri dan Idul Adha.
Perayaan Idul Fitri pertama kali dilaksanakan pada tahun 624 Masehi, bertepatan dengan kemenangan umat Muslim dalam Perang Badar.
Sebelum Islam, masyarakat Arab Jahiliyah memiliki tradisi perayaan tertentu.
BACA JUGA:40 Ucapan Selamat Idul Fitri 2025 Islami yang Menyentuh Hati, Penuh Berkah dan Doa
Setelah turunnya kewajiban puasa Ramadhan, Rasulullah SAW mengganti tradisi-tradisi tersebut dengan Idul Fitri dan Idul Adha.
Tujuannya adalah untuk memberikan umat Muslim tradisi yang lebih baik dan sesuai dengan ajaran Islam.
Makna Mendalam Idul Fitri
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: