Kisah Nabi Adam Berpuasa: Hikmah dan Dalil dalam Islam

Kisah Nabi Adam Berpuasa: Hikmah dan Dalil dalam Islam

Ilustrasi puasa--

Selain itu, terdapat pendapat lain tentang penamaan puasa Ayyamul Bidh. Dikatakan bahwa nama Ayyamul Bidh digunakan karena malam-malam tersebut terang benderang disinari rembulan sejak matahari terbenam sampai terbit kembali.

Karenanya, pada hari-hari itu malam dan siang seluruhnya menjadi putih (terang). Berikut penjelasan pendapat tersebut dalam kitab Umdatul Qari`Syarhu Shahihil Bukhari:

وَقِيلَ سُمِّيَتْ بِذَلِكَ لِأَنَّ لَيَالِي أَيَّامِ الْبِيضِ مُقْمِرةٌ وَلَمْ يَزَلِ الْقَمَرُ مِنْ غُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى طُلَوعِهَا فِي الدُّنْيَا فَتَصِيُر اللَّيَالِي وَالْأَيَّامُ كُلُّهَا بِيضًا

Artinya: Pendapat lain menyatakan, hari itu dinamai ayyamul bidh karena malam-malam tersebut terang benderang oleh rembulan dan rembulan selalu menampakkan wajahnya mulai matahari tenggelam sampai terbit kembali di bumi. Karenanya malam dan siang pada saat itu menjadi putih (terang). (juz XVII, halaman 80)

Dalil tentang Puasa Nabi Adam

Meskipun tidak disebutkan secara langsung dalam Al-Qur'an, puasa Nabi Adam AS disebutkan dalam beberapa hadits dan riwayat ulama. 

BACA JUGA:Cara Nabi Muhammad Mendidik Anak Agar Menjadi Saleh dan Saleha

Salah satu hadits yang mendukung konsep puasa ini adalah:

"Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam."(HR. Muslim No. 1163)

Selain itu, riwayat lain dari Ibnu Abbas RA menyebutkan bahwa Nabi Adam berpuasa 3 hari dalam sebulan sebagai bentuk penyesalan dan taubat setelah diturunkan ke bumi.

Hikmah Puasa Nabi Adam

Sebagai Bentuk Taubat

Nabi Adam berpuasa untuk memohon ampun kepada Allah setelah melakukan kesalahan di surga. 

Ini mengajarkan bahwa puasa dapat menjadi bentuk introspeksi diri dan mendekatkan diri kepada Allah.

Menjadi Sunnah yang Diteruskan

Puasa yang dilakukan Nabi Adam menjadi salah satu bentuk ibadah yang terus dilakukan oleh para nabi setelahnya, termasuk Nabi Muhammad SAW, yang kemudian menganjurkan puasa Ayyamul Bidh.

Mengajarkan Kesabaran dan Pengendalian Diri

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: