Cara Menghitung Biaya Charge Mobil Listrik di Rumah dan SPKLU, Hemat atau Mahal?
Mobil listrik mengisi daya di stasiun pengisian daya EV--Canva
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Mobil listrik memang terkenal lebih hemat dibandingkan kendaraan bermesin bensin, terutama dalam hal konsumsi energi dan biaya operasional jangka panjang.
Namun, hemat bukan berarti tanpa biaya sama sekali, sebelum memutuskan untuk beralih ke mobil listrik, penting bagi calon pemilik untuk memahami biaya pengisian daya (charging) dan infrastruktur pendukung yang dibutuhkan, terutama jika ingin melakukan pengisian di rumah.
BACA JUGA:Daftar Mobil Listrik Canggih dengan Harga Terjangkau
BACA JUGA:Tinggal Pergi Mobil Listrik Tetap Aman, Begini Cara Menyimpannya di Garasi Berhari-Hari
Persiapan Infrastruktur Home Charging
Bagi pemilik yang ingin mengisi daya di rumah, penyesuaian instalasi listrik rumah menjadi hal pertama yang harus diperhatikan.
Minimal kapasitas daya listrik rumah harus 2.200 VA, khusus untuk mendukung proses pengisian daya mobil listrik.
Selain itu, Anda juga perlu menyiapkan alat charger yang sesuai, dua jenis charger umum untuk mobil listrik di rumah adalah:
• Portable Charger (Level 1)
• Wallbox Charger (Home Charging Station)
Harga perangkat pengisian daya ini bervariasi, mulai dari Rp7 juta hingga belasan juta rupiah, tergantung merek dan spesifikasi.
Jika Anda ingin menggunakan panel surya untuk sumber energi terbarukan, akan ada biaya tambahan untuk pemasangan sistem solar panel, yang meskipun mahal di awal, bisa menjadi investasi jangka panjang yang menguntungkan.
Cara Menghitung Biaya Charging Mobil Listrik
1. Mengisi Daya di Rumah (Home Charging)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: