Indonesia Terima Undangan AS Bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza yang Dibentuk Donald Trump
Presiden Prabowo Terima Telepon dari Donald Trump-Instagram -
Radarpena.co.id - Indonesia memastikan akan ikut bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai bagian dari upaya mendorong stabilitas dan perdamaian di Palestina.
Komitmen tersebut tertuang dalam pernyataan bersama Menteri Luar Negeri RI Sugiono dengan para menteri luar negeri dari tujuh negara lain, yakni Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Pernyataan bersama itu diunggah melalui akun media sosial resmi Kementerian Luar Negeri RI pada Kamis 22 Januari 2026.
“Para menteri mengumumkan keputusan bersama negara-negara mereka untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian,” sebut pernyataan itu.
Dalam kesepakatan tersebut, pemerintah masing-masing negara menyatakan akan segera menandatangani dokumen keikutsertaan sesuai dengan ketentuan hukum nasional yang berlaku. Langkah ini menandai dukungan resmi terhadap inisiatif perdamaian yang diluncurkan oleh Trump.
Delapan negara tersebut, termasuk Indonesia, juga menyatakan komitmennya untuk mendorong Dewan Perdamaian menjalankan peran sebagai “otoritas sementara” di Jalur Gaza, Palestina. Peran itu dinilai penting dalam menjaga transisi menuju stabilitas pascakonflik.
Inisiatif Dewan Perdamaian Gaza disebut telah tercantum dalam Rencana Komprehensif Mengakhiri Konflik Gaza yang memperoleh dukungan melalui Resolusi 2803 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Melalui langkah bersama ini, delapan negara berharap proses menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Jalur Gaza dapat dipercepat. Mereka juga menegaskan kembali hak rakyat Palestina untuk mendirikan negara berdaulat sesuai dengan prinsip hukum internasional.
“Dengan demikian, terbukalah jalan bagi terwujudnya keamanan dan stabilitas bagi semua negara dan rakyat di kawasan tersebut,” sebut pernyataan bersama itu.
Sebelumnya, pada pekan lalu, Trump mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian Gaza yang melibatkan sejumlah tokoh, termasuk utusan khususnya Steve Witkoff serta menantunya Jared Kushner. Dewan tersebut diberi mandat untuk mengawasi mobilisasi sumber daya internasional bagi Gaza.
Meski demikian, pembentukan lembaga ini menuai beragam tanggapan dari komunitas internasional. Sejumlah negara Eropa menyuarakan kekhawatiran bahwa inisiatif tersebut berpotensi menggeser peran sentral PBB dalam penanganan konflik global. *
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: