BP dan Vivo Tolak BBM Beretanol, Ini Jawaban Tegas Pertamina
Pertamina beri penjelasan terkait kandungan etanol di BBM--Pertamina
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Kebijakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait penggunaan campuran etanol dalam bahan bakar minyak (BBM) tengah menjadi sorotan publik.
Dalam beberapa pekan terakhir, wacana penerapan BBM beretanol (E10) menuai pro dan kontra, terutama dari kalangan industri bahan bakar swasta.
Sejumlah pihak menilai, pencampuran etanol dikhawatirkan akan menurunkan kualitas BBM dan berdampak pada performa kendaraan.
Namun, Pertamina memastikan bahwa kebijakan ini justru membawa manfaat besar bagi lingkungan dan perekonomian nasional.
BACA JUGA:BBM Pertamina Mengandung Etanol, Ini Dampaknya pada Mesin Kendaraan
Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menegaskan bahwa penggunaan bioetanol dilakukan untuk menekan emisi karbon di sektor transportasi sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya petani.
“Pertamina tidak hanya berfokus pada ketahanan energi nasional, tetapi juga berperan aktif menurunkan emisi dan menciptakan ekosistem energi yang lebih hijau,” ujar Oki dalam konferensi pers daring, Jumat (10/10/2025).
Selain ramah lingkungan, penerapan bioetanol juga diyakini dapat membantu menekan defisit neraca perdagangan impor bensin yang saat ini mencapai USD 12,4 miliar atau sekitar Rp200 triliun.
“Dengan bioetanol dalam negeri, kita bisa substitusi sebagian impor bensin dan menggerakkan ekonomi nasional,” tambahnya.
BACA JUGA:Kini Menteri ESDM Bahlil Wajibkan Campuran Etanol pada BBM, Ini Alasannya
Oki mengungkapkan, Pertamina sudah lebih dulu meluncurkan produk berbasis bioetanol, yakni Pertamax Green 95.
BBM ini memiliki RON 95 dan kandungan sulfur di bawah 50 ppm (standar Euro IV), yang membuatnya lebih ramah lingkungan.
“Seluruh upaya ini sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis Pertamina,” tegasnya.
Meski demikian, tidak semua perusahaan setuju dengan kebijakan ini. Dua jaringan SPBU swasta, BP-AKR dan Vivo, secara terbuka menyatakan penolakannya terhadap penggunaan BBM beretanol.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: