Perkuat Indonesia Mandiri Energi, Pertamina Persiapkan Strategi Ini
Ilustrasi pengisian bbm-Istimewa-
BACA JUGA:Tips Aman Menikmati Makanan & Minuman Manis Tanpa Mengganggu Kesehatan
Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga turut memberikan dukungan atas langkah Pertamina tersebut.
Pasalnya, saat ini energi nasional saat ini mengalami perubahan besar dibandingkan era 1990-an, dimana angka konsumsi energi lebih tinggi dibandingkan produksi energi, sehingga untuk memenuhi kebutuhan konsumsi nasional perlu dilakukan impor.
Dalam menjawab tantangan tersebut sendiri, Menteri Bahlil mengungkapkan bahwa Pemerintah melalui visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menempatkan kemandirian energi sebagai prioritas utama.
Sejumlah langkah konkret digulirkan untuk menekan impor bahan bakar minyak (BBM) dengan memanfaatkan potensi energi dalam negeri.
"Untuk menutupi defisit solar, pemerintah mendorong penerapan B40, yakni campuran 40 persen CPO (crude palm oil/minyak sawit mentah) dengan solar murni," ungkap Bahlil.
Selain itu, Bahlil menambahkan, langkah kemandirian energi tidak hanya melalui bahan bakar nabati, tetapi juga dengan mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) seperti tenaga surya, angin, air, dan panas bumi.
"Tahun ini, impor solar sudah turun menjadi sekitar 4 juta ton per tahun, dan tahun 2025 ditargetkan meningkat ke B50, sehingga Indonesia tidak perlu impor solar lagi," tutup Bahlil.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: