Transformasi Digital dan Diversifikasi Kredit Jadi Pilar Kinerja BNI di Semester I 2025
BNI membukukan kinerja positif pada Semester I 2025 dengan bertumpu pada tiga pilar strategis, transformasi digital, penguatan dukungan terhadap UMKM, dan diversifikasi portofolio kredit. --BNI
BACA JUGA:BNI Perkuat Program Penurunan Stunting di NTT dan Banten
Sebagai support BNI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan dalam upaya membangun portfolio asset yang lebih optimal, kami memiliki strategi dalam kembali menumbuhkan segmen UMKM dengan tetap mengedepanklan manajemen risiko yang prudent.
Implementasi sistem credit scoring pada segmen UMKM yang telah kami terapkan telah menunjukkan hasil positif dalam perbaikan kualitas aset.
Hingga akhir Juni 2025, penyaluran kredit UMKM selain KUR menunjukkan pertumbuhan yang sehat sebesar 9,2% YoY menjadi Rp44,4 triliun. Ke depannya, segmen UMKM dan komersial kami harapkan dapat tumbuh secara berkelanjutan dan profitable, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Kredit komersial juga mulai menunjukkan momentum positif dengan pertumbuhan 5,5% YoY. Sementara, perusahaan anak BNI membukukan pertumbuhan kredit 27,1% YoY menjadi Rp17,2 triliun yang mencerminkan penguatan sinergi grup.
BACA JUGA:Video Viral Imbas Demo di Menara BNI Pejompongan, BNI Pastikan Nasabah dan Karyawan Aman
Pengelolaan risiko yang disiplin dan akselerasi kredit di segmen berisiko rendah tercermin dari kualitas aset BNI yang terus membaik. Non-Performing Loan (NPL) turun menjadi 1,9% dan Loan at Risk (LAR) membaik menjadi 11,0%, sehingga Cost of Credit (CoC) dapat ditekan di level 1%.
Kombinasi dari transformasi digital dan diversifikasi portofolio kredit mengantarkan BNI membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp10,1 triliun pada semester I 2025. Rasio permodalan juga berada pada level sehat dengan CAR mencapai 21,1%, sedangkan LDR kami jaga di level yang sehat untuk dapat mengoptimalkan pertumbuhan DPK dan kredit hingga sisa tahun 2025.
"Dengan fundamental yang kuat dan fokus pada sektor produktif, kami optimistis dapat memperluas kapasitas ekspansi kredit di semester kedua 2025, sekaligus menjaga kualitas aset dan profitabilitas yang berkelanjutan," tutup Paolo. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: