Kilang Pertamina Lampaui Target Operasional di Semester Pertama 2025, Pacu Pemenuhan BBM Nasional

Kilang Pertamina Lampaui Target Operasional di Semester Pertama 2025, Pacu Pemenuhan BBM Nasional

Kilang Pertamina Internasional (KPI) hingga Juni 2025 berhasil mengolah minyak mentah mencapai angka sekitar 159 juta barrel.--Pertamina

Tentunya hal tersebut dilakukan tanpa melupakan komitmen untuk terus melakukan transisi energi yang bersih dan berkelanjutan.

BACA JUGA:50 Tahun ASCOPE, Pertamina Perkuat Kolaborasi Bidang Energi di Asia Tenggara

“Dengan capaian ini, KPI menegaskan komitmennya dalam menghadirkan energi yang andal, efisien, dan berkelanjutan. Optimisme tinggi menyertai langkah kami menuju semester kedua, dengan target melampaui seluruh rencana produksi tahunan,” ujar Milla.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menambahkan, Pertamina melalui kilang-kilangnya yang tersebar di seluruh Indonesia berupaya menjaga ketersediaan BBM dan produk Petrokimia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Melalui produktivitas kilang, Pertamina memastikan produknya memiliki kualitas yang baik dan sesuai standar migas. 

""Pertamina mengapresiasi KPI yang telah memastikan ketersediaan produk BBM dan Petrokimia mampu memenuhi kebutuhan nasional dengan pengelolaan kilang yang handal," imbuh Fadjar. 

BACA JUGA:Pertamina Pastikan Operasional Distribusi Energi Berjalan Normal Layani Kebutuhan Masyarakat

Sekadar untuk diketahui, KPI merupakan anak perusahaan Pertamina yang menjalankan bisnis utama pengolahan minyak dan petrokimia sesuai dengan prinsip ESG (Environment, Social & Governance).

KPI juga telah terdaftar dalam United Nations Global Compact (UNGC) dan berkomitmen pada Sepuluh Prinsip Universal atau Ten Principles dari UNGC dalam strategi operasional sebagai bagian dari penerapan aspek ESG.

KPI akan terus menjalankan bisnisnya secara profesional untuk mewujudkan visinya menjadi Perusahaan Kilang Minyak dan Petrokimia berkelas dunia yang berwawasan lingkungan, bertanggung jawab sosial serta memiliki tata kelola perusahaan yang baik.(***)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait