Ditemukan Ladang Ganja Seluas 3 Hektare di Mandailing Natal Sumut, Milik Siapa?
Aparat Kodim 0212/Tapanuli Selatan bersama anggota tim gabungan saat berada di ladang ganja di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. --Humas Kodam I Bukit Barisan
MANDAILING NATAL, RADARPENA.CO.ID – Tim gabungan yang dipimpin Komando Distrik Militer (Kodim) 0212/Tapanuli Selatan berhasil mengungkap dan memusnahkan ladang ganja seluas tiga hektare di wilayah perbukitan Tor Sihite, Desa Rao Rao Dolok, Kecamatan Tambangan, Kabupaten MANDAILING NATAL, Provinsi Sumatera Utara.
Pengungkapan ladang ganja tersebut diumumkan oleh Humas Kodam I/Bukit Barisan dalam siaran pers yang diterima di Medan, Rabu (30/7/2025).
Operasi pemusnahan dipimpin langsung oleh Dandim 0212/TS Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo bersama aparat gabungan dari TNI, Polres Mandailing Natal, BNN, dan Satpol PP.
BACA JUGA:Komisaris PT Ratu Samban Mining Jadi Tersangka Baru Korupsi Batu Bara Bengkulu
Ditemukan 30.000 Pohon Ganja
Ladang ganja itu terletak di ketinggian 950 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan ditanami sekitar 30.000 pohon ganja yang berusia antara tiga hingga lima bulan.
Seluruh tanaman ganja langsung dimusnahkan di tempat dengan cara dicabut dan dibakar.
Sementara itu, sebanyak 320 batang ganja diamankan sebagai barang bukti untuk proses penyelidikan lebih lanjut oleh Staf Intelijen Kodim 0212/TS.
Sebanyak 44 personel gabungan dari berbagai instansi terlibat dalam operasi ini. Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan patroli serta memperkuat koordinasi antar-lembaga guna memberantas peredaran narkotika di wilayah Sumatera Utara.
BACA JUGA:Viral! Sopir Truk Dipalak Preman di Tanah Abang, Polisi Gerak Cepat Tangkap Pelaku
“Segala bentuk aktivitas ilegal yang mengancam masa depan generasi bangsa akan kami tindak tegas. Keberhasilan ini mencerminkan sinergi nyata seluruh unsur dalam memberantas narkoba,” ujar Kolonel Asrul.
Kodam I/Bukit Barisan berkomitmen untuk menutup celah peredaran narkoba, khususnya di wilayah-wilayah terpencil dan perbukitan yang rawan disalahgunakan sebagai ladang tanaman terlarang.
Kolonel Asrul menyebutkan bahwa operasi serupa akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya jangka panjang dalam menciptakan wilayah bersih narkoba (Bersinar).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: