Duh sedihnya! Bonus Atlet PON XXI Sulsel Dipotong Rp50 Juta: Ini Bukan Soal Uang, Tapi Penghargaan!
Protes atlet PON XXI Sulsel yang bonusnya dipotong--
MAKASSAR, RADARPENA.CO.ID – Suasana haru dan kecewa mewarnai halaman Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan pada Jumat pagi.
Puluhan atlet peraih medali dari ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI berkumpul, bukan untuk merayakan, melainkan menyuarakan protes atas besaran bonus yang dianggap jauh dari harapan.
Tangisan dan keluhan para atlet menggema di lokasi, menandakan luka batin yang mendalam akibat penghargaan yang dinilai tidak layak atas perjuangan mereka membawa nama daerah ke tingkat nasional.
BACA JUGA:Mario Jozic Resmi Latihan Perdana Bareng PERSIB: Puji Talenta Kiper Maung Bandung
Salah satu momen yang menyita perhatian adalah pernyataan dari Nur Rizka Fauziah, peraih medali perunggu dari cabang olahraga karate.
Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan langsung rasa kecewanya kepada Kadispora Sulsel, Suherman.
“Saya tidak menyangka nilainya sekecil ini,” ucap Rizka, disambut anggukan setuju dari atlet lain.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Nadya. Dia tak kuasa menahan air mata ketika menjelaskan bahwa bonus Rp150 juta yang diberikan tidak sesuai dengan janji awal, yakni Rp200 juta.
"Jawabannya jelas, tidak sesuai (harapan). Tadi juga kami sempat berbicara langsung dengan Pak Gubernur. Beliau menyampaikan bahwa itu memang dana yang tersedia saat ini. Kalau mau menunggu, tidak ada jaminan kapan akan cair lagi," ungkap Nadya, Jumat (27/6/2025).
Nadya juga menambahkan, "Yang kami tahu dari rapat Komisi E DPRD kemarin, seharusnya ada tambahan anggaran Rp15 miliar melalui perubahan anggaran. Jadi totalnya bisa mencapai sekitar Rp22 miliar jika ingin setara dengan standar PON Papua. Tapi dari Pemprov sendiri tadi dikatakan tidak ada tambahan."
Para atlet membandingkan besaran bonus tahun ini dengan ajang PON Papua 2021, di mana medali emas dihargai Rp200 juta, perak Rp150 juta, dan perunggu Rp100 juta.
Kini, nominal tersebut merosot drastis menjadi Rp150 juta untuk emas, Rp100 juta untuk perak, dan hanya Rp50 juta untuk perunggu.
BACA JUGA:Chikita Meidy Dilaporkan ke Polresta Tangerang Terkait Kasus KDRT, Polisi Masih Selidiki Laporan
Menanggapi protes tersebut, Kadispora Sulsel Suherman menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi faktor utama. Ia menyebut dana yang tersedia hanya Rp6,75 miliar dan harus dibagi ke 61 atlet.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: