Calon Presiden Kolombia Ditembak Saat Kampanye, Negara Kembali Dihantui Bayang-Bayang Kekerasan Politik
Sosok Miguel Uribe Turbay, Capres Kolombia yang ditembak saat kampanye--
Pemerintah saat ini menawarkan hadiah sebesar 3 miliar peso Kolombia bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi penting tentang pelaku dan dalangnya.
Bayang-Bayang Sejarah Kekerasan
Penembakan terhadap Uribe Turbay mengingatkan warga Kolombia akan sejarah kelam politik mereka. Pada 1989, calon presiden Luis Carlos Galán tewas ditembak oleh kartel narkoba. Tahun 2023, peristiwa serupa juga terjadi di negara tetangga Ekuador saat kandidat presiden Fernando Villavicencio dibunuh dalam masa kampanye.
“Ini adalah pukulan terhadap demokrasi. Kolombia harus bersatu menolak kekerasan dalam politik,” ujar salah satu kandidat presiden lainnya yang memutuskan menangguhkan kampanye selama beberapa hari.
BACA JUGA:KLHK Segel Tambang Nikel PT ASP di Raja Ampat: Cemari Lingkungan dan Rusak Ekosistem Laut
BACA JUGA:Menkumham Supratman Andi Agtas Dorong Pengesahan RUU ini, 'Demi Masa Depan!'
Tantangan Jelang Pemilu
Pemilu presiden Kolombia yang dijadwalkan digelar akhir tahun ini kini memasuki masa genting. Keamanan kandidat, integritas lembaga, dan ketenangan publik menjadi perhatian utama. Masyarakat Kolombia kembali dihadapkan pada pilihan sulit: antara harapan akan perubahan dan kenyataan pahit dari warisan kekerasan politik yang belum juga tuntas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: