Bareskrim Pastikan Ijazah Jokowi Asli
Bareskrim Polri telah selesai melakukan uji laboratorium forensik terhadap ijazah milik Presiden ke-7 Joko Widodo.-anisha-radarpena.co.id
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menyatakan bahwa ijazah strata satu (S1) milik Presiden Joko Widodo adalah asli, berdasarkan hasil uji laboratorium forensik yang telah dilakukan.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro, dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis, 22 Mei 2025.
“Hasil pengujian menunjukkan bahwa antara bukti ijazah milik Presiden Joko Widodo dengan dokumen pembanding adalah identik, berasal dari produk yang sama,” jelas Djuhandani.
BACA JUGA:Video Bentrok Berebut Parkir RSU Pamulang, 30 Orang Diperiksa Polisi
Bukti-Bukti Akademik dari UGM
Keaslian ijazah tersebut semakin diperkuat dengan sejumlah dokumen pendukung lain yang berasal dari Universitas Gadjah Mada (UGM), tempat Jokowi menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan.
Dokumen tersebut mencakup:
- Surat keterangan lulus ujian praktik tahun 1984 atas nama Joko Widodo.
- Surat pinjaman buku dan bukti pembayaran uang wisuda, yang menjadi salah satu syarat untuk mengikuti acara wisuda sarjana.
“Semua dokumen atas nama Joko Widodo dan dikeluarkan langsung oleh pihak Fakultas Kehutanan UGM,” tambah Djuhandani.
Selain itu, Polri juga telah mengonfirmasi bahwa Jokowi benar-benar terdaftar sebagai mahasiswa di Fakultas Kehutanan UGM berdasarkan data pendaftaran resmi.
BACA JUGA:Desa Mati: Fenomena Sunyi di Tengah Derap Pembangunan Indonesia
Skripsi Telah Didigitalisasi Sejak 2019
Dalam penyelidikan lebih lanjut, Polri menelusuri keberadaan skripsi milik Jokowi yang berjudul "Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kota Madya Surakarta."
Skripsi tersebut diketahui telah didigitalisasi pada tahun 2016 dan kemudian diunggah ke sistem digital ETD UGM (Electronic Thesis and Dissertation) pada 2019.
“Penyelidik menemukan log data yang menunjukkan digitalisasi dilakukan oleh admin perpustakaan Fakultas Kehutanan UGM,” kata Djuhandani.
Dengan seluruh hasil verifikasi dan forensik yang telah dilakukan, Bareskrim menegaskan tidak ditemukan indikasi pemalsuan pada ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia itu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: