Video Aksi Membayakan: Iptu Jumrang Polisi Palopo Dorong Mahasiswa Saat Unjuk Rasa di Pagar Polres
Potongan Video aksi Iptu Jumrang mendorong pendemo --
PALOPO, RADARPENA.CO.ID – Sebuah insiden terekam kamera saat aksi unjuk rasa yang digelar Laskar Merah Putih di depan Mapolres Palopo, Sulawesi Selatan, Rabu (21/5/2025), memicu sorotan publik.
Dalam video yang beredar, seorang perwira polisi terlihat mendorong mahasiswa yang tengah berorasi, hingga hampir terjatuh.
Perwira yang dimaksud adalah Inspektur Satu (Iptu) Jumrang, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Urusan Pembinaan Operasional (KBO) Reskrim Polres Palopo.
Dalam rekaman tersebut, Iptu Jumrang terlihat mendorong seorang mahasiswa dari atas pagar Mapolres, sehingga nyaris menghantam tembok di belakangnya.
BACA JUGA:Rekaman Video Tembok Gudang SDA DKI Jakarta Roboh Diterjang Hujan Deras, 3 Ruko Jadi Korban
Beruntung, seorang rekan sesama demonstran berhasil menangkap orator tersebut tepat waktu sebelum jatuh ke tanah. Aksi tersebut langsung memancing kemarahan dari para peserta unjuk rasa.
“Kami datang menyuarakan aspirasi, bukan untuk diintimidasi,” teriak salah satu peserta melalui pengeras suara, menanggapi tindakan aparat yang dianggap represif.
Situasi sempat memanas, ketika sejumlah massa aksi mencoba memanjat pagar Mapolres Palopo, menuntut klarifikasi langsung dari pihak kepolisian mengenai insiden yang baru saja terjadi.
View this post on Instagram
Tuntutan Aksi: Usut Dugaan Korupsi dan Penegakan Hukum yang Adil
Aksi unjuk rasa ini sendiri berlangsung sejak pukul 14.00 WITA dengan pengamanan ketat dari aparat. Dalam orasinya, massa Laskar Merah Putih menyampaikan sejumlah tuntutan, termasuk:
Desakan terhadap penegakan hukum yang lebih adil dan tidak tebang pilih.
Permintaan transparansi dalam penanganan kasus-kasus yang dianggap mandek.
Pembentukan tim independen untuk mengusut dugaan korupsi dalam proyek pembangunan Baruga di kawasan Istana Kedatuan Luwu.
Para demonstran menyatakan kekecewaan mereka terhadap lambannya penanganan sejumlah kasus hukum yang mencuat di wilayah Luwu Raya.
Mereka juga menegaskan, apabila tidak ada tanggapan resmi dari pihak berwenang, aksi akan berlanjut dalam bentuk lain di kemudian hari.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: