Kocak! Di Depan DPR Menteri Satryo Protes Pemotongan Anggaran, Jawaban Wamenkeu Gak Tahu Dipangkas

Kocak! Di Depan DPR Menteri Satryo Protes Pemotongan Anggaran, Jawaban Wamenkeu Gak Tahu Dipangkas

Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro-zahro-radarpena.co.id

BACA JUGA:Syarat dan Cara Pengajuan KUR BRI 2025, Bantu UMKM Akses Modal dengan Bunga Ringan

Salah satu yang disoroti oleh Satryo adalah pemotongan anggaran untuk tunjangan dosen non-PNS yang semula dianggarkan sebesar Rp2,7 triliun, namun terpotong menjadi hanya Rp676 triliun.

Satryo mengusulkan agar tunjangan tersebut dikembalikan ke angka semula, tanpa pemotongan, dengan nilai anggaran tetap sebesar Rp2,7 triliun.

Selain itu, bantuan sosial yang meliputi beasiswa seperti KIP-Kuliah, BPI, ADIK, KNB, hingga beasiswa untuk dosen dan tenaga kependidikan (tendik), juga mengalami pemotongan sebesar Rp1,432 triliun dari total anggaran Rp15,428 triliun.

Satryo meminta agar anggaran untuk beasiswa dan bantuan sosial tetap dipertahankan tanpa ada pemotongan lebih lanjut.

Satryo juga menyoroti pemotongan anggaran untuk Sekolah Unggulan Garuda, yang merupakan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto.

Program ini mengalami pemotongan sebesar 60%, dari Rp2 triliun menjadi Rp1,2 triliun. Satryo mengusulkan agar anggaran untuk program ini dipertahankan pada nilai semula, yaitu Rp2 triliun, mengingat ini adalah program quickwin yang menjadi prioritas utama pemerintah.

BACA JUGA:Tabel KUR BSI 2025: Plafon Rp5 Juta-Rp50 Juta, Pinjaman Tanpa Riba dan Jaminan

BACA JUGA:PT Mayora Indah Tbk Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA/SMK dan D3-S1, Fresh Graduate Bisa Melamar!

Selain itu, Satryo meminta agar anggaran untuk Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), Revitalisasi PTN, Pusat Unggulan Antar Perguruan Tinggi, dan Bantuan Kelembagaan PTS tidak dipotong, karena pemotongan ini dapat berdampak langsung pada kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa.

Satryo berharap agar Komisi X DPR RI dapat memperjuangkan pengembalian anggaran Kemendiktisaintek yang lebih proporsional, dengan mengurangi potongan efisiensi menjadi Rp6,785 triliun.

Dia menegaskan, meskipun pemotongan untuk sumber daya non-rupiah seperti SBSN, PLN, PNBP, dan BLU memang sudah diterima, pengurangan anggaran yang terlalu besar bagi Kemendiktisaintek bisa berdampak buruk pada kualitas pendidikan di Indonesia.

"Jadi ini kita ikuti potongannya, meskipun tidak sebesar yang mereka lakukan," tutup Satryo, berharap pengembalian anggaran akan dilakukan demi keberlanjutan program pendidikan yang vital.(ZAHRO)

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: