Mengapa Orang Tionghoa sering Dikira Kaya Raya
Mengapa orang tionghoa dikira kaya raya--
Isolasi membuat mereka yang mayoritas pedagang makin solid. Mereka jadi saling percaya dan mengenal kemampuan bakat dan finansial masing-masing. Tak jarang mereka juga berlanjut ke ke jenjang pernikahan.
Semua ini pada akhirnya melahirkan istilah yang disebut Ong Hok Ham sebagai "Modal nikah dengan modal". Artinya kepercayaan yang berhasil mengawinkan modal, sehingga menciptakan modal baru yang mendorong kekuatan ekonomi.
"Tak pelak lagi terjadilah 'modal nikah dengan modal' dan menumbuhkan kapitalisme di Kampung Cina," tulis Ong dalam Wahyu yang Hilang, Negeri yang Guncang (2018: 139).
Dari sinilah, kampung Cina menjadi pusat ekonomi baru di perkotaan. Sekaligus juga menjadi tempat lahirnya miliarder-miliarder baru, sebut saja seperti Raja Gula Oei Tiong Ham yang jadi orang terkaya di Hindia Belanda abad ke-20.
Kebangkitan kapitalisme di Kampung Cina kemudian melahirkan pandangan masyarakat bahwa orang Tionghoa sudah pasti kaya raya dan eksklusif yang membuatnya berbeda dengan kelompok pribumi. Lebih parahnya, dalam perjalanan, pandangan tersebut juga menghasilkan jurang pemisah antara orang Tionghoa dan penduduk lain.
Pandangan semua Tionghoa sudah pasti kaya kemudian bertahan sampai sekarang. Atas dasar ini pula, Ong Hok Ham menyebut kesuksesan keturunan Tionghoa di Indonesia bukan hanya semata-mata karena kerja keras dan hidup hemat.
Menurutnya, hal itu hanya mitos yang dimainkan pengusaha untuk membujuk orang lain kerja keras dan hidup hemat.
BACA JUGA:9 Rekomendasi Film Imlek 2025, Bikin Suasana Tahun Baru Lebih Meriah!
"Sebab, kalau benar kerja keras dan hidup hemat dapat menimbulkan kapitalis, maka kalangan petani yang bekerja lebih keras dan hidup lebih hemat daripada pengusaha kota banyak yang jadi jutawan. Namun, ini tak terjadi," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: