Tiga Nama Diusulkan Jadi Penjabat Wali Kota Bandung
BANDUNG - Pada rapat pimpinan dihadiri oleh semua pimpinan fraksi Senin (7/8/2023) petang di ruang rapat badan musyawarah DPRD Kota Bandung, para pimpinan fraksi yakni fraksi PKS, Gerindra, PDIP, Golkar, Nasdem, Demokrat, dan fraksi gabungan (PSI, PKB, PPP) mengusulkan tiga nama untuk menjadi penjabat (Pj) Wali Kota Bandung.
Ketiga nama itu yakni Dedi Sopandi kini sebagai Asda Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ema Sumarna kini sebagai sekda sekaligus pelaksana harian (Plh) Wali Kota Bandung, dan Tim Kerja Percepatan Pembangunan Prof Muradi merupakan Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran (Unpad).
Sebenarnya disampaikan Wakil Ketua DPRD I Kurnia Solihat ada 4 nama yang diusulkan. Selain tiga nama tersebut profesor Karim Suryadi termasuk yang diusulkan.
"Tapi sesuai permendagri 24 tahun 2023 kita hanya dapat mengusulkan 3 nama, hasil kesepakatan kemarin akhirnya dimunculkan lah 3 nama yang kita susun berdasarkan alfabeth tidak berdasarkan no urut, yakni pak Dedi, pak Ema, dan pak Muradi," ujar Kurnia, Selasa (8/7/2023).
Hal itu kata dia karena Dewan tidak punya hak memberi skoring pada empat nama tersebut.
"Kita tidak boleh, jadi kalau bicara alfabeth itu pak dedi, pak ema, dan pak muradi, itu yang diusulkan," tegasnya.
Terkait pemerintah pusat menyetujui atau tidak, kata Kurnia itu sepenuhnya hak menteri dalam negeri.
"Bahasa nya untuk DPRD Kota dan Provinsi dapat mengusulkan, judulnya dapat mengusulkan, beda kalau kemendagri mengusulkan dan akhirnya mendagri yang memutuskan. Jadi kalau kami mengusulkan itu berdasarkan aturan saja," paparnya.
Masig kata Kurnia yang boleh diusulkan hanya ASN eselon IIA, dan di Kota Bandung hanya satu-satunya yakni sekertaris daerah (sekda) Ema Sumarna.
Sedang yang pernah di Kota Bandung sekarang di Provinsi Jawa Barat ada nama Dedi Sopandi. Untuk prof Muradi sendiri dimunculkan karena pernah menjadi tim kerja wali kota.
"Intinya kita mengusulkan orang-orang yang faham Kota Bandung masalah nanti disetujui, dipilih oleh mendagri atau tidak ya itu kita hanya mengusulkan, tapi harapan kita diantara itu, yang menjadi pilihan mereka, yang mengerti masalah pembangunan Kota Bandung kedepan karena mereka faham akan Kota Bandung, itu aja harapan kami," harapnya.
Kurnia pun membantah untuk pemunculan nama-nama itu bukan atas keinginan pribadi ataupun golongan. Pasalnya pengusulan dari semua fraksi, dewan, sehingga sudah berbau politis dan tidak bisa pribadi.
"Kita tahu pak Dedi cukup lama menjadi camat faham kota Bandung. Pak Ema beliau sekarang sekda faham bagaimana kondisi kota Bandung, dan prof Muradi sebagai timja faham juga," jelasnya.
Pemunculan ketiga nama itu juga bukan atas desakan ketiga orang tersebut. Pasalnya dewan tidak diperbolehkan manggil apalagi melakukan seleksi.
"Kita tidak boleh dan tidak pernah bertemu dengan mereka. Kalaupun bertemu pak Ema tidak boleh membahas tentang itu dan memang kalau ketemu bukan masalah itu," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: