Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi 1.500 Meter! Cek Radius Aman dan Daftar Desa Terdampak
Gunung Lewotobi Laki-Laki di NTT erupsi setinggi 1.500 meter!--
radarpena.co.id – Gunung Lewotobi Laki-Laki yang terletak di Kecamatan Wulanggitang, Nusa Tenggara Timur (NTT), baru saja menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan.
Gunung berapi ini kembali meluncurkan abu vulkanik dengan ketinggian kolom mencapai kurang lebih 1.500 meter dari puncak pada Rabu, 22 April 2026 malam.
Petugas Pos Pemantau Gunung Lewotobi Laki-Laki, Emanuel Rofinus Bere, melaporkan bahwa erupsi ini terjadi tepat pada pukul 18.31 WITA. Jika dihitung dari permukaan laut, ketinggian kolom abu tersebut mencapai sekitar 3.084 meter.
Detail Teknis dan Dampak Sebaran Abu
Berdasarkan pengamatan visual, kolom abu tersebut memiliki warna kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke barat daya. Bagi Anda yang beraktivitas di wilayah yang searah dengan tiupan angin tersebut, sangat disarankan untuk menyiapkan perlengkapan pelindung.
Erupsi ini terekam jelas di seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 7,4 milimeter. Durasi semburan material ini berlangsung selama kurang lebih tiga menit 27 detik. Meskipun kolom abu cukup tinggi, petugas mencatat bahwa saat ini belum ada peningkatan gempa vulkanik yang melonjak tajam secara signifikan.
“Secara visual, material erupsi masih berupa abu. Oleh sebab itu, kami menghimbau kepada daerah-daerah yang terdampak abu, selalu menggunakan masker dan pelindung mata saat beraktivitas di luar rumah,” kata Emanuel.
Status Waspada dan Radius Aman 4 Kilometer
Saat ini, otoritas setempat menetapkan status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki pada Level II (Waspada). Untuk menjaga keselamatan diri dan keluarga, pastikan Anda mematuhi rekomendasi berikut:
-
Kosongkan Radius Bahaya: Warga maupun wisatawan dilarang melakukan aktivitas apa pun dalam jarak radius empat kilometer dari pusat erupsi.
-
Tetap Tenang: Ikuti arahan dari Pemerintah Daerah dan jangan mudah terpancing oleh informasi atau isu yang tidak jelas sumber kebenarannya.
Waspadai Potensi Banjir Lahar Hujan
Selain ancaman abu vulkanik, warga juga perlu memperhatikan kondisi cuaca. Karena saat ini masih memasuki musim hujan di wilayah Flores Timur, muncul risiko lain berupa banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung.
Warga yang bermukim di desa-desa berikut ini diharapkan meningkatkan kewaspadaan ekstra jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi:
-
Desa Dulipali dan Padang Pasir
-
Desa Nobo dan Nurabelen
-
Desa Klatanlo dan Hokeng Jaya
-
Desa Boru dan Nawakote
“Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya,” tambah Emanuel.
Selalu pastikan Anda mendapatkan informasi dari sumber resmi agar dapat melakukan langkah antisipasi yang tepat selama masa aktivitas vulkanik ini berlangsung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: antara