Terjadi Lagi! Ratusan Siswa Diduga Keracunan Menu MBG, Kali Ini di Anambas

Terjadi Lagi! Ratusan Siswa Diduga Keracunan Menu MBG, Kali Ini di Anambas

Sembilan SPPG Program Makan Bergizi Gratis di Singkawang ditutup sementara karena masalah izin SLHS dan IPAL.--

radarpena.co.id - Kasus dugaan keracunan akibat menu Makan Bergizi Gratis (MBG) masih terus terjadi. Kali ini, dugaan keracuna massal dialami 158 siswa dari tingkatan PAUD hingga SMP di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau (Kepri).

Mereka diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi menu MBG yang didistribusikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Air Asuk, Rabu, 15 April 2026.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Anambas, Feri Oktavia, menu MBG yang dikonsumsi siswa terdiri dari beberapa jenis makanan.

"Menu yang disajikan berupa telur sambal kecap, tempe goreng, tumis sayur (sawi, wortel, dan buncis), serta buah apel dan kelengkeng," kata Feri, Kamis, 16 April 2026.

Para korban langsung dilarikan ke fasilitas layanan kesehatan terdekat pada hari yang sama untuk mendapatkan penanganan medis.

BGN Tutup Sementara Operasional SPPG Air Asuk

Setelah munculnya kejadian luar biasa (KLB) berupa dugaan keracunan makanan, Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara operasional SPPG Air Asuk.

Menurut Koordinator BGN Wilayah Kabupaten Anambas, Sahril, Keracunan tersebut diduga terjadi setelah para penerima manfaat mengonsumsi makanan yang diolah oleh SPPG atau dapur program MBG Air Asuk.

“Penutupan dilakukan sejak kejadian dan akan berlangsung hingga waktu yang belum dapat ditentukan, menunggu hasil investigasi dan evaluasi lebih lanjut,” ujar dia.

Penutupan sementara operasional SPPG juga dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi masyarakat serta mencegah kemungkinan kejadian serupa terulang.

BGN memastikan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan layanan sebelum operasional kembali dibuka.

“Penyebab pasti apakah benar berasal dari program MBG, masih dalam penelusuran dan pengujian oleh pihak RSUD, puskesmas dan Dinas Kesehatan,” ujar Sahril.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: keracunan makanan