Waspada! Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Letusan Capai 1.000 Meter

Waspada! Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Letusan Capai 1.000 Meter

Gunung Semeru kembali erupsi pagi ini dengan luncuran awan panas sejauh 3 km. --

radarpena.co.id - Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Rabu, 8 April 2026 pagi dengan tinggi letusan yang cukup signifikan. Aktivitas vulkanik ini terjadi di gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 07.04 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Kolom abu yang muncul terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan mengarah ke barat daya. Selain itu, aktivitas erupsi ini juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 100 detik.

Erupsi Sebelumnya Terjadi Pagi Hari

Sebelum letusan utama tersebut, Gunung Semeru juga sempat mengalami erupsi pada pukul 05.30 WIB. Saat itu, tinggi kolom letusan mencapai sekitar 700 meter di atas puncak.

Kolom abu dari erupsi awal tersebut berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke barat. Data seismograf menunjukkan amplitudo maksimum 22 mm dengan durasi lebih lama, yakni 148 detik.

Rangkaian aktivitas ini menunjukkan bahwa Gunung Semeru masih cukup aktif dan memerlukan kewaspadaan tinggi dari masyarakat sekitar.

Status Siaga, Warga Dilarang Dekati Area Rawan

Saat ini, Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III atau Siaga. Oleh karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting untuk keselamatan warga.

Sigit Rian Alfian menjelaskan bahwa masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.

Di luar area tersebut, warga juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini karena wilayah tersebut berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," kata Sigit Rian Alfian.

Potensi Bahaya yang Perlu Diwaspadai

Selain jarak aman, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bahaya yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Beberapa risiko yang perlu diantisipasi antara lain awan panas, guguran lava, serta aliran lahar yang dapat mengalir melalui sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Wilayah yang menjadi perhatian utama meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Selain itu, sungai-sungai kecil yang terhubung dengan Besuk Kobokan juga berpotensi membawa aliran lahar.

Dengan kondisi ini, masyarakat di sekitar kawasan Gunung Semeru diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi dan tidak mendekati zona berbahaya demi keselamatan.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: antara