Warung Milik Epy Kusnandar Jadi Korban Premanisme, Sang Istri Menangis Ketakutan
Tangkapan layar istri Epy Kusnandar usai didatangi preman di warungnya--
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Bisnis kuliner Epy Kusnandar dan sang istri, Karina Ranau, yang baru berjalan beberapa hari di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, langsung diterpa cobaan.
Warung makan mereka diduga menjadi sasaran pemalakan oleh sekelompok pria yang mengaku sebagai “pengaman”.
Aksi premanisme yang kerap menimpa pelaku UMKM ini terjadi pada warung Jukut Goreng Samali milik pasangan pemeran Preman Pensiun tersebut.
Momen ketegangan itu dibagikan Karina melalui akun Instagram pribadinya, @karinaranau9, dan langsung viral hingga ditonton jutaan kali.
BACA JUGA:Berapa Uang Korupsi CPO yang Dipamerkan Kejagung? Ternyata Cuma Rp2,4 Triliun
Dalam video yang diunggah Sabtu (18/10), Karina terlihat berhadapan langsung dengan seorang pria tak dikenal di area warung.
Dengan suara bergetar namun lantang, Karina menegaskan bahwa mereka telah membayar sewa dan bekerja keras membangun usaha ini.
“Kita di sini bayar, sewa, capek kerja! Baru buka beberapa hari sudah digangguin. Ada CCTV ya, bisa dilihat,” ujar Karina dengan nada tinggi.
Di tengah perdebatan, Karina sempat menangis sambil memarahi pelaku yang dianggap berulah seenaknya dan menekan mereka dengan dalih “uang keamanan”.
“Jadi preman yang sopan dong! Orang baru berusaha udah digangguin. Jangan mentang-mentang preman!” katanya lagi.
BACA JUGA:Saksikan Penyerahan Uang Sitaan Korupsi CPO Rp13,2 T, Prabowo: Bisa Bangun 600 Kampung Nelayan
Unggahan itu menuai reaksi luas dari netizen. Banyak yang ikut geram karena praktik pemalakan yang dianggap sudah “dinormalisasi” dan merugikan para pelaku usaha kecil.
Warung Jukut Goreng Samali diketahui baru buka pada 2 Oktober 2025. Ini merupakan usaha kuliner kedua pasangan Epy–Karina setelah sebelumnya membuka Warung Ayam Keramas di kawasan Kalibata City.
Hingga berita ini ditulis, pihak Karina maupun tim manajemen warung belum memberikan keterangan resmi mengenai tindak lanjut hukumnya. Namun publik mendesak aparat menindak tegas aksi premanisme demi melindungi pelaku UMKM.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: