Demo Bekasi Ricuh Minggu Malam, Polres Metro Diserang Massa Dipukul Mundur

Demo Bekasi Ricuh Minggu Malam, Polres Metro Diserang Massa Dipukul Mundur

Ilustrasi demo ricuh di Bekasi--Ist

BEKASI, RADARPENA.CO.ID - Situasi memanas kembali pecah di depan Mapolres Metro Bekasi Kota pada Minggu malam, 31 Agustus 2025. Ribuan demonstran yang telah berkumpul sejak sore, menyerang markas kepolisian dan memicu bentrokan sengit dengan aparat.

Pantauan di lokasi menunjukkan, meski ketegangan sempat mereda, kondisi kembali memburuk saat massa bergerak agresif ke arah Mapolres.

Petugas yang terdiri dari anggota Polres Metro Bekasi Kota dan pasukan Brimob langsung merespons dengan tindakan tegas.

Dengan dukungan kendaraan taktis (rantis) dan tembakan gas air mata, aparat berhasil memukul mundur massa hingga kawasan Bundaran Summarecon Bekasi. Namun, pergerakan massa yang terus meluas menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi tersendat parah.

BACA JUGA:Presiden Prabowo: Aksi Demo Berujung Ricuh Mengarah ke Makar dan Terorisme, TNI-Polri Diminta Tindak Tegas

Massa aksi juga terlihat membakar cone lalu lintas dan kabel di bawah flyover Summarecon, memperparah situasi di lapangan. Hingga pukul 21.30 WIB, sebagian besar demonstran dilaporkan mundur dan menyebar ke arah Summarecon Mall Bekasi, sementara aparat masih melakukan penjagaan ketat di sekitar flyover.

Tiga Malam Berturut-turut Aksi Meluas

Aksi unjuk rasa di Bekasi ini merupakan lanjutan dari gelombang demonstrasi yang telah berlangsung selama tiga malam berturut-turut, selalu dimulai selepas magrib hingga larut malam.

Titik panas aksi massa berada di Jalan KH Noer Ali, yang malam ini kembali dipenuhi ribuan pendemo.

Di tengah aksi, kobaran api besar tampak membakar sisi jalan dan menjadi perhatian warga sekitar yang hanya bisa menyaksikan dari kejauhan, termasuk dari atas jembatan penyeberangan.

Kerumunan demonstran membawa berbagai atribut dan bendera, menyuarakan berbagai tuntutan mulai dari kenaikan upah, kritik terhadap DPR, hingga perlawanan terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro-rakyat.

BACA JUGA:35 Warga Binaan Dapat Remisi, Tri Adhianto Tegaskan Persatuan di HUT RI ke-80 Kota Bekasi

Meski bentrokan pecah sejak sore hari, hingga malam ini belum ada pembubaran paksa oleh aparat gabungan dari Polda Metro Jaya. Polisi masih siaga penuh untuk mengantisipasi eskalasi lanjutan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya telah menegaskan akan menindak tegas setiap tindakan kekerasan terhadap markas atau anggota kepolisian, termasuk aksi penyerangan seperti yang terjadi di Mapolres Metro Bekasi Kota.

Sementara itu, aksi serupa juga terjadi di beberapa titik di Jabodetabek dalam beberapa hari terakhir, menunjukkan tren meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah dan legislatif.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: