Neraka Mewah di Pondok Gede, Kontrakan Berhantu yang Membuat Penghuni Kabur dalam Sebulan
Sebuah rumah mewah yang disulap menjadi beberapa unit kontrakan, berdiri megah namun menyimpan aura dingin yang menusuk tulang.-Youtube-Lonceng Mysteri
"Setiap tengah malam, seperti ada yang menyeret kursi di atas kamar saya adahal, unit atas itu kosong. Pernah juga, saat saya sedang masak, tiba-tiba semua pisau di rak jatuh bersamaan seperti ada yang sengaja menjatuhkannya," ujarnya dengan nada bergetar saat ditemui di warung dekat kontrakan.
Ia hanya bertahan tiga minggu sebelum akhirnya memutuskan pindah, kehilangan uang muka sewa demi ketenangan jiwa.
Kisah lain datang dari Bagas, seorang mahasiswa yang mencari kontrakan murah bersama temannya.
Mereka awalnya tak percaya dengan cerita-cerita mistis yang beredar. Namun, pengalaman pribadi membuat mereka lari terbirit-birit setelah hanya dua minggu.
"Pernah, saat teman saya tidur di kamar, dia merasa ada yang menarik selimutnya dengan paksa. Ketika dia bangun, tidak ada siapa-siapa. Besoknya, giliran saya yang melihat bayangan hitam tinggi besar berdiri di depan pintu kamar mandi," cerita Bagas dengan mata menerawang. Mereka berdua sepakat, harga murah tak sebanding dengan teror yang mereka alami.
BACA JUGA:Cerita Horor Nyata Menyeramkan! Rumah Tusuk Sate di Jalan Mawar, Teror dari Arah Lurus
BACA JUGA:Cerita Horor Kos Murah Rego Nyowo Malang, Kisah Nyata Pemujaan Alira Sesat!
Menurut penuturan warga sekitar, rumah mewah itu dulunya milik seorang pengusaha kaya raya yang meninggal dunia secara tragis di dalam rumah tersebut.
Semenjak itu, rumah tersebut sering berpindah tangan, hingga akhirnya diubah menjadi kontrakan.
Banyak yang menduga, arwah sang mantan pemilik masih bergentayangan, tidak terima dengan perubahan rumah kesayangannya.
Kejadian-kejadian aneh semakin sering terjadi, misal lampu yang tiba-tiba mati dan menyala sendiri, bau anyir darah yang menyeruak tanpa alasan, hingga penampakan sosok wanita berbaju putih di jendela lantai atas.
Tak jarang, penghuni mendengar suara tangisan pilu di tengah malam yang sunyi.
Pemilik kontrakan, seorang pria paruh baya yang tinggal jauh dari lokasi, seolah menutup mata dan telinga dengan keluhan para penyewa.
Baginya, selama kontrakan terisi, uang sewa terus mengalir, ia tak pernah menggubris cerita-cerita horor yang beredar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: