Selidik: Mengapa Olahraga Golf Identik dengan Orang Kaya?

Selidik: Mengapa Olahraga Golf Identik dengan Orang Kaya?

Golf identik dengan orang kaya karena faktor biaya, akses, lingkungan sosial, dan sejarah yang membentuk citra eksklusifnya.--

Radarpena.co.id, Jakarta - Golf sering disebut sebagai “olahraga kaum elit”, dan citra ini sudah melekat sejak lama.

Ada beberapa faktor yang membuat persepsi tersebut terbentuk, mulai dari biaya yang tinggi hingga sejarahnya yang kental dengan kalangan bangsawan.

 

1. Biaya Bermain yang Tidak Murah

Bermain golf memerlukan modal besar. Keanggotaan klub golf bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah per tahun. Selain itu, peralatan golf — mulai dari stik, bola, tas, hingga sepatu khusus — juga dibanderol dengan harga yang tidak ramah kantong. Bahkan untuk sekali main, green fee atau biaya sewa lapangan saja bisa berkisar ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

2. Lapangan yang Eksklusif

Lapangan golf memerlukan area sangat luas dan biasanya berada di kawasan elite atau resor mewah. Letak dan pengelolaan yang eksklusif ini membuat golf sulit diakses masyarakat umum dibandingkan olahraga lain seperti futsal atau bulu tangkis.

BACA JUGA:Turnamen Golf The Indonesia Pro-Am 2025 Siap Digelar September Mendatang, Hadiah hingga Rp2,4 Miliar

BACA JUGA:Akselerasi Prestasi Golf Indonesia, Mandiri Indonesia Open 2025 Siap Digelar

 

3. Tempat Berkumpul Kalangan Atas

Golf kerap menjadi ajang networking bagi pebisnis, politisi, dan eksekutif. Banyak pertemuan bisnis penting dilakukan sambil berjalan di antara fairway. Inilah yang membuat golf tidak hanya dilihat sebagai olahraga, tetapi juga sarana membangun koneksi.

4. Warisan Sejarah Kolonial

Pada masa kolonial Belanda di Indonesia, golf adalah olahraga khusus bagi bangsawan dan pejabat tinggi. Setelah kemerdekaan, kebiasaan ini berlanjut di mana hanya kalangan tertentu yang bisa rutin bermain golf, memperkuat kesan bahwa olahraga ini “hanya untuk orang kaya”.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: