Deretan Kasus WNI di Jepang Kuatkan Sanseito, 'TK Asing Tak Bisa Dipercaya'

Deretan Kasus WNI di Jepang Kuatkan Sanseito, 'TK Asing Tak Bisa Dipercaya'

Deretan kasus yang melibatkan imigran asing di Jepang dalam beberapa waktu terakhir juga terus memompa elektabilitas Sanseito pada pemilu di Jepang. Diperparah dengan banyaknya aktivitas imigran asing yang dinilai meresahkan bagi warga Jepang belakangan i--

Radarpena.co.id, Jakarta - Deretan kasus yang melibatkan imigran asing di Jepang dalam beberapa waktu terakhir juga terus memompa elektabilitas Sanseito pada pemilu di Jepang.

Sentimen negatif ini juga diperparah dengan banyaknya aktivitas imigran asing yang dinilai meresahkan bagi warga Jepang belakangan ini.

 

Beberapa di antaranya bahkan melibatkan para pekerja asal Indonesia yang bekerja di Jepang.

Sepanjang tahun 2025 ini, sejumlah WNI beberapa kali berbuat onar seperti insiden perampokan yang terjadi di Hokota, Prefektur Ibaraki.

BACA JUGA:Simpatisan PSHT Dihadang dan Dibubarkan di Malang, Ini Kronologinya

Di perisitiwa yang terjadi pada Januari 2025 lalu tersebut, kepolisian meringkus tersangka yang merupakan tiga WNI setelah lima bulan menjlankan investigasi.

Dikutip dari BBC, Korban yang menjadi sasaran perampokan 3 WNI tersebut merupakan warga lokal Hokota.

 

Ini kali kedua dalam waktu yang berjarak tidak terlalu lama berita warga Indonesia "bertingkah" di Jepang muncul ke permukaan. 

Publik Jepang sebelumnya juga dibuat resah dengan viralnya video pemasangan bendera perguruan silat PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) di wilayah Osaka.

BACA JUGA:Komunitas PSHT Jepang Dirumorkan Rusak Citra Indonesia, Ini salah satu Buktinya

Pemasangan bendera PSHT di salah satu jembatan di Osaka tersebut menjadi viral di Jepang karena dianggap oleh sebagian masyarakat Jepang sebagai simbol "penetrasi budaya asing" yang tidak diinginkan.

Selain itu, PSHT juga disebut warganet di Jepang meresahkan karena melakukan pelatihan bela diri di fasilitas publik tanpa adanya izin dengan pihak berwajib.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait