Niat Dijadikan Tabungan Masa Depan, Emas 6 Kilo Lenyap
Dari kejadian ini, kita belajar bahwa menyimpan barang berharga sembarangan, sekalipun dengan niat menyembunyikannya, bisa berakhir jadi bencana. Lebih baik berhati-hati sejak awal daripada menyesal kemudian.--
Kontraktor pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Sayang, para kuli sudah tak lagi di Jakarta.
"Polisi menyebut para pekerja yang mendapat rezeki nomplok itu sudah berpencaran pulang ke masing-masing kampung halamannya," ungkap Lie.
BACA JUGA:Terobosan Medis: Ilmuwan Temukan Cara Menghapus HIV Langsung dari Genetik Pasien
BACA JUGA:Putra Siregar Kembali Dituding Selingkuh: Sang Istri Singgung Emas dan Janda
Meski sempat hilang, polisi bergerak cepat. Dalam waktu singkat, tiga orang kuli berhasil ditangkap di Cirebon dan dua lainnya di Jakarta. Salah satu yang ditangkap adalah penemu pertama emas bernama Tasmah.
Tasmah ternyata sudah menjual emas 6 kg tersebut ke toko emas di Senen. Uang hasil penjualan kemudian dibagi kepada 14 orang kuli. Namun, pembagian itu tidak merata. Tasmah menjadi yang paling banyak menerima uang, yakni sekitar Rp50 ribu. Sementara yang lain hanya mendapat Rp7 ribu, Rp5 ribu. Bahkan ada yang cuma kebagian Rp100.
Dalam penyelidikan, polisi menemukan bahwa Tasmah juga berbohong kepada rekan-rekannya. Dia mengaku emas itu hanya laku Rp400 per gram. Padahal toko emas menaksir nilainya mencapai Rp560 per gram. Selisih harga itu dia ambil sendiri sebagai keuntungan pribadi.
Beruntung, kepolisian berhasil menyita kembali sebagian besar emas yang telah dijual. Lie pun akhirnya bisa tersenyum lega, meski apa yang dialami jelas menyisakan trauma panjang.
Dari kejadian ini, kita belajar bahwa menyimpan barang berharga sembarangan, sekalipun dengan niat menyembunyikannya, bisa berakhir jadi bencana. Lebih baik berhati-hati sejak awal daripada menyesal kemudian.(*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: