Zeta: When the Dead Awaken, Teror Zombie dalam Balutan Isu Sosial dan Drama Keluarga

Zeta: When the Dead Awaken, Teror Zombie dalam Balutan Isu Sosial dan Drama Keluarga

Zeta, film zombie asal Indonesia --

Radarpena.disway.id, Jakarta - Film bergenre zombie bukanlah sesuatu yang lazim dalam perfilman Indonesia. Namun, kehadiran “Zeta: When the Dead Awaken” berhasil mematahkan stigma tersebut dengan menghadirkan tontonan yang tak hanya mencekam, tetapi juga menyentuh sisi emosional dan sosial penontonnya. Disutradarai oleh Amanda Iswan dalam debut layar lebarnya, film ini memadukan elemen fiksi ilmiah, thriller, dan drama keluarga dengan pendekatan yang cukup segar.

 

Wabah yang Mengubah Jakarta

Ceritanya berpusat pada Deon (diperankan oleh Jeff Smith), seorang remaja SMA di Jakarta, yang mendapati dirinya berada di tengah-tengah wabah mematikan. Parasit otak bernama Zeta menyebar lewat air tercemar dan mengubah manusia menjadi makhluk kanibal mirip zombie. Di tengah kekacauan tersebut, Deon berjuang menyelamatkan ibunya, Isma (Cut Mini), yang menderita Alzheimer dan terjebak di apartemen.

BACA JUGA:JUMBO Geser KKN di Desa Penari, Pecahkan Rekor Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa

Sementara itu, narasi juga memperkenalkan Dr. Richard Ross (Willem Bevers), ayah Deon sekaligus seorang ilmuwan yang bekerja di markas militer untuk menemukan serum penyembuh. Ia bekerja sama dengan kelompok gerilya bernama Blue River, yang berusaha mengungkap konspirasi di balik wabah ini.

 

Riasan, Zombie, dan Riset Serius

Amanda Iswan patut mendapat pujian karena memperlakukan zombie dalam film ini dengan riset ilmiah yang cukup serius. Parasit Zeta dalam cerita dibuat berdasarkan adaptasi dari parasit sungguhan, Naegleria fowleri. Tidak hanya itu, riasan zombie melibatkan 200 figuran dari sanggar teater dan menggunakan makeup impor agar tampak realistis dan tahan lama di bawah lampu panas lokasi syuting.

Visual film banyak berfokus pada ruang tertutup seperti apartemen yang membuat suasana semakin tegang, mengingatkan pada video game survival horror seperti Resident Evil. Suasana sunyi Jakarta yang berubah menjadi kota mati memberi kesan apokaliptik yang kuat.

BACA JUGA:10 Rekomendasi Film Thailand Rating Tinggi, Cocok Untuk Temani Weekend Makin Seru!

Drama Emosional dan Kritik Sosial

Meski dibungkus dengan ketegangan, “Zeta” tetap memiliki hati—yaitu hubungan Deon dan ibunya. Perjalanan emosional mereka memperlihatkan dilema seorang anak muda dalam menjaga ibunya yang mulai kehilangan ingatan, sambil bertahan hidup di tengah wabah.

Tak hanya drama keluarga, film ini juga menyisipkan kritik sosial. Ada sindiran terhadap pemerintah, penanganan wabah, serta ketimpangan distribusi bantuan yang hanya diberikan kepada kaum elite. Dalam satu adegan, terlihat tumpukan uang berserakan di jalan—simbol kuat dari runtuhnya sistem yang selama ini memuja materi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait