Belajar Tegar dari Najwa Shihab: Ini 5 Cara Bijak Hadapi Duka Usai Suami Meninggal
Cara bijak hadapi duka usai suami meninggal, belajar tegar dari Najwa Shihab --Instagram @najwashihab
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Kepergian Ibrahim Sjarief Assegaf pada 20 Mei 2025 meninggalkan duka mendalam bagi Najwa Shihab dan keluarga. Suami tercinta, yang akrab disapa Baim, meninggal akibat pendarahan otak usai mengalami stroke.
Dalam unggahan Instagram-nya pada 23 Mei, Najwa Shihab menuliskan puisi emosional yang menggambarkan rasa kehilangan mendalam terhadap sosok Ibrahim Sjarief Assegaf yang selama ini menjadi rumah dan arah hidupnya.
Najwa mengenang Baim sebagai ketenangan dan tempat berpulang, dan berharap kelak ia bertemu putrinya, Namiyah, yang lebih dahulu berpulang pada 2011.
"Kamu mendekap tangannya, jaga hatinya. Ibrahim adalah penunjuk arah kami, ketenangan kami, rumah kami. Sedangkan Namiyah hanya bersama kami selama satu hari, tapi ia menetap di hati kami, selamanya. Pertemuan yang tidak bisa diberikan dunia kepada mereka, dan dipenuhi oleh dunia berikutnya dengan lembut, seutuhnya," tulis Instagram @najwashihab.
Rasa duka mendalam itu tentu menjadi cermin bagi banyak perempuan yang harus menjalani hari-hari tanpa pasangan hidup yang begitu dicintai. Bagaimana cara tetap kuat dan menjalani hidup setelah kehilangan?
BACA JUGA:
- Raline Shah Resmi Jadi Presiden Jomblo, Luna Maya: Serah Terima Jabatan Selesai!
- BLACKPINK Siap Mengguncang GBK: Konser “Deadline World Tour” Hadir di Jakarta November 2025
Menghadapi duka karena kehilangan suami bukanlah hal yang mudah. Setiap individu mengalami proses yang berbeda, dan tidak ada cara yang paling benar.
Namun, beberapa langkah berikut bisa membantu perempuan melewati fase berduka dengan lebih tenang dan penuh harapan seperti dirujuk dari laman Verywell Mind:
1. Izinkan Dirimu Berduka
Perasaan sedih, marah, hampa, bahkan mati rasa adalah reaksi alami setelah kehilangan pasangan hidup. Izinkan dirimu untuk merasakan semuanya.
Jangan merasa bersalah jika air mata terus mengalir atau hari-hari terasa berat. Mengakui duka adalah bagian penting dari penyembuhan.
Berduka bukan kelemahan, justru itu tanda bahwa cintamu begitu dalam. Jangan terburu-buru untuk “baik-baik saja,” karena pemulihan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
2. Bangun Sistem Dukungan yang Kuat
Kesedihan terasa lebih ringan saat dibagi. Jangan ragu meminta bantuan atau sekadar berbagi cerita dengan orang-orang terdekat. Keluarga, sahabat, bahkan komunitas rohani bisa menjadi sandaran emosional yang membantu melewati hari-hari sulit.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: