Mengenal Perbedaan Galungan dan Kuningan: Dua Hari Raya Suci Umat Hindu yang Sarat Makna
Ilustrasi Hari Raya Galungan-Kuningan-Unsplash/ Ruben Hutabarat-
Sementara itu, Hari Raya Kuningan dirayakan 10 hari setelah Hari Galungan, dan menjadi penutup dari rangkaian perayaan tersebut.
Upacara ini bukan hanya sekadar tradisi, tapi juga bentuk penghormatan kepada para dewa dan leluhur yang diyakini datang ke dunia saat Galungan.
Dirayakan setiap Hari Sabtu Kliwon, Wuku Kuningan dalam penanggalan Bali, upacara Kuningan dimaknai sebagai permohonan keselamatan, perlindungan, dan berkah hidup kepada Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa).
Namun, karena dipercaya para dewa hanya turun hingga siang hari, upacara ini pun dilakukan hanya sampai tengah hari.
BACA JUGA:Makna dan Tujuan Perayaan Hari Tumpek Krulut, Valentine-nya Umat Hindu di Bali
BACA JUGA:10 Hotel Paling Romantis di Dunia, Nirjhara Bali Masuk Peringkat Kedua!
Tradisi dan Simbol Khas Kuningan
- Nasi kuning: Dihidangkan sebagai simbol kemakmuran.
- Endongan: Kantong persembahan yang digantung, berisi nasi kuning, lauk pauk, dan dedaunan.
- Tamiang: Penolak bala berbentuk lingkaran seperti perisai, terbuat dari janur.
- Kolem: Tempat simbolik sebagai ‘singgasana’ bagi para dewa dan leluhur yang datang.
Uniknya lagi, di daerah seperti Tabanan, masyarakat memperingati Kuningan dengan cara melemparkan uang ke udara, dikenal sebagai tradisi Mesyurak, yang diikuti dengan sorak-sorai anak-anak hingga orang dewasa. Suasana pun menjadi meriah sekaligus sakral.
Rangkaian Hari Suci Galungan-Kuningan
Dilansir dari Pemerintah Kabupaten Buleleng, berikut ini urutan rangkaian hari raya tersebut:
- Tumpek Wariga: 25 hari sebelum Galungan, sebagai penghormatan pada tumbuhan.
- Sugihan Jawa & Sugihan Bali" Pembersihan diri dan lingkungan, secara spiritual dan fisik.
- Penyekeban: Hari menyimpan makanan sebagai persiapan Galungan.
- Penyajan: Hari membuat persembahan.
- Penampahan: Sehari sebelum Galungan, waktu penyembelihan hewan kurban.
- Hari Raya Galungan: Inti perayaan kemenangan Dharma.
- Umanis Galungan: Hari bersantai, berkumpul bersama keluarga.
- Pemaridan Guru & Ulihan: Hari menghaturkan terima kasih pada guru spiritual.
- Pemacekan Agung: Peneguhan jiwa sebelum Kuningan.
- Hari Raya Kuningan: Penutup rangkaian dengan permohonan berkah dan perlindungan.
- Pegat Wakan: Menandai berakhirnya masa suci Galungan-Kuningan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: