Kisah Nyata! Cerita Horor Menyayat Hati Dila, Surat Kecil Permohonan Maaf Ibu di Hari Lebaran
Kisah nyata dari Dila (26) mengenai cerita horor dalam hidupnya yang juga menyayat hati hingga saat ini dari surat kecil bertuliskan "Ibu Minta Maaf" di hari Lebaran.-Ilustrasi-Youtube-Nessie Judge
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Kisah nyata dari Dila (26) mengenai cerita horor dalam hidupnya yang juga menyayat hati hingga saat ini dari surat kecil bertuliskan "Ibu Minta Maaf" di hari Lebaran.
Cerita kisah nyata ini diceritakan ulang oleh salah satu Youtuber Nessie Judge, yang dikenal dengan banyak cerita horor pengalaman pribadi seseorang yang bikin penontonnya merinding.
Namun di dalam cerita ini, tidak hanya horor akan tetapi juga kesedihan akan penyesalan yang mendalam dari seseorang yang ditinggalkan oleh ibunya secara mendadak di hari Lebaran.
Bahkan hingga kini narasumber masih terus mengalami kejadian yang membuatnya sudah tidak takut dan berujung permohonan maaf yang tak akan pernah bisa tersampaikan.
Yuk simak kisah nyata cerita horor dari Dila yang juga menyayat hati di dalam artikel ini.
BACA JUGA:Lonceng Mystery: Pengalaman Horor Nyata Pramugari di Bandara dan Hotel Berhantu Indonesia
Pertengkaran Dila dan Ibu
Cerita bermula di tahun 2016, sewaktu Dila memutuskan untuk mudik ke Surabaya bertemu dengan ibu dan adiknya sewaktu Hari Raya Idul Fitri. Namun bukan kebahagiaan yang ia rasakan, tetapi justru perdebatan dengan ibunya yang menyimpan luka dalam perasaan masing-masing.
Saat itu, Dila yang merasa lelah dengan perjalanan yang ia tempuh dari Jakarta, tiba-tiba ibu dengan nada teriak memarahi Dila bahwa banyak bajunya yang berserakan.
Berawal dari situ, terjadi percecokan mulut antara ibu dan Dila di saat situasi yang semakin memanas akhirnya terucap dari ibu "Kamu hanya bisa menjadi beban" dan dibalas dengan Dila "Dasar tidak tahu terimakasih, saya lebih mending tak pulang ke kampung ini". Banyak ucapan tak baik dari mereka berdua saling berteriak hingga sesak nafas.
Dila yang merasa perjuangannya menghidupi keluarga dan membiayai pendidikan sang adik tak merasa di hargai oleh sang ibu. Dila merasa bahwa Lebaran kali ini terasa sangat hambar dibandingkan dengan Lebaran sebelum-sebelumnya.
Dengan rasa kesal dan dendam atas pertengkaran dengan sang ibu, Dila memilih untuk kembali ke Jakarta sehari setelah hari Lebaran.
Hingga menjelang Lebaran tahun berikutnya, Dila memutuskan untuk tidak pulang ke Surabaya dan memilih untuk merayakan perayaan seorang diri di Jakarta.
Dalam setahun itu, Dila tak pernah mendapat kabar dari ibunya. Bahkan tak pernah sekalipun menanyakan kabarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: