Gen Z Tinggalkan Google: TikTok hingga AI Jadi Mesin Pencari Baru
Gen Z tinggalkan Google: TikTok hingga AI jadi mesin pencari baru--Foto: ISH Venues
Selain media sosial, AI generatif seperti ChatGPT juga menjadi "mesin pencari" baru bagi Gen Z. Mereka menggunakannya untuk menyelesaikan tugas sekolah, mencari ide kreatif, hingga mendapatkan ringkasan informasi yang cepat dan terstruktur.
Perbedaan utama dengan Google adalah hasil pencarian AI terasa lebih personal dan langsung memberikan jawaban, bukan sekadar daftar tautan. Inilah yang membuat banyak anak muda merasa lebih efisien menggunakan AI.
Data Survei: Gen Z Paling Cepat Beralih
Tren ini bukan sekadar asumsi. Survei Forbes Advisor dan Talker Research pada April 2024 terhadap 2.000 responden di Amerika menemukan fakta menarik. Sebanyak 45% Gen Z lebih sering mencari informasi melalui media sosial, dibandingkan Google.
BACA JUGA:
- Cara Bikin Action Figure Google Gemini AI Miniatur Versi Bergerak, Gampang Banget
- 9 Kamera Vlogging Terbaik 2025, Bikin Konten Makin Profesional!
Sebagai perbandingan, hanya 35% milenial, 20% Gen X, dan kurang dari 10% boomer yang melakukan hal serupa.
Data GWI Core juga menunjukkan peningkatan signifikan: pada 2016, sekitar 40% Gen Z mencari produk atau layanan lewat media sosial, dan angka ini melonjak jadi 52% di 2023.
Apa Artinya untuk Masa Depan Google?
Perubahan perilaku ini tentu menjadi tantangan besar bagi Google. Meski masih menjadi mesin pencari terbesar, dominasinya kini mulai tergerus oleh sosial media dan AI.
Jika Google tak melakukan inovasi lebih jauh, bukan mustahil posisinya makin ditinggalkan generasi muda.
Bagi pelaku bisnis, pergeseran ini juga sinyal penting. Strategi pemasaran tak bisa lagi bergantung pada SEO Google semata, melainkan perlu memaksimalkan konten di TikTok, Instagram, hingga integrasi dengan AI agar tetap relevan bagi Gen Z.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: