AWS Ungkap Ledakan Adopsi AI di Indonesia: Startup Melaju, Korporasi Tertinggal?
Ilustrasi AI-Freepik-
Bandingkan dengan perusahaan besar, di mana hanya 41% yang mulai mengadopsi AI, dan cuma 21% yang berhasil menghasilkan produk atau layanan baru dari teknologi ini. Yang lebih memprihatinkan, hanya 22% perusahaan besar yang punya strategi AI yang matang.
AI Tingkatkan Pendapatan, Tapi SDM Masih Jadi PR Besar
Riset ini juga menunjukkan bahwa manfaat AI bukan sekadar teori. Sebanyak 59% bisnis yang memakai AI mengklaim ada peningkatan pendapatan sekitar 16% rata-rata, dan 64% lainnya mengaku mendapat efisiensi biaya hingga 29%.
Namun, kendala terbesar justru datang dari sisi sumber daya manusia. 57% bisnis mengatakan kekurangan talenta digital jadi hambatan utama mereka dalam memperluas penggunaan AI.
BACA JUGA:ASUS Zenbook A14 OLED Resmi Meluncur: Laptop Ultra-Ringan: Tangguh, dan Penuh Kecerdasan Buatan!
Ironisnya, hanya 21% pelaku usaha yang merasa SDM mereka saat ini sudah siap menyambut masa depan berbasis AI, padahal diprediksi bahwa 48% pekerjaan di masa depan akan menuntut pemahaman terhadap AI.
Teknologi AI memang menjanjikan dan mulai menjalar ke berbagai sektor di Indonesia. Tapi untuk benar-benar memaksimalkan potensinya, dibutuhkan lebih dari sekadar adopsi teknologi.
Diperlukan strategi yang matang, kecepatan berinovasi, dan yang paling penting, investasi pada pengembangan SDM. Karena di era digital ini, bukan yang besar yang mengalahkan yang kecil, tapi yang cepat yang menyalip yang lambat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: