Mana yang Lebih Aman? Android atau iOS

Mana yang Lebih Aman? Android atau iOS

Android atau iOS yang lebih Aman?--

BACA JUGA:Oppo Pad 3 dan Oppo Pad Neo Resmi Dipasarkan di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harganya

Selama pengujian, iPhone sama sekali tidak menghubungi server yang berlokasi di China. Sementara itu, Android rata-rata menghubungi server di China lima kali setiap harinya.

Cybernews meyakini jika hal tersebut ada kaitannya dengan daftar 100 aplikasi teratas yang diunduh di App Store dan Play Store. Mengapa?

BACA JUGA:Ramalan Elon Musk, Profesi ini Bakal Digantikan AI 5 Tahun Mendatang

Soalnya, 100 aplikasi teratas di App Store tidak ada yang masuk kategori adware, sementara di Android kebanyakan aplikasi tersebut tergolong adware, seperti aplikasi senter, generator prank, dan PDF viewer yang dianggap mencurigakan.

Dari pengujian tersebut, Apple dinilai punya kebijakan lebih ketat untuk para developer yang memasukkan aplikasinya ke App Store daripada kebijakan Google untuk aplikasi Android di Play Store.

 

Ia juga membandingkan aplikasi TikTok di iPhone dan Android. Di iPhone, TikTok hanya mencoba menghubungi server 36 kali selama lima hari. Sedangkan di perangkat Android, TikTok mencoba menghubungi server 800 kali setiap harinya.

Begitupun dengan Facebook, percobaan menghubungi ke server di iPhone hanya 20 kali per hari. Sementara di Android hampir mencapai 200 kali setiap harinya.

BACA JUGA:Tecno Camon 40 Pro 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harganya

Namun sebaliknya, Snapchat lebih aktif di iPhone dengan 100 permintaan setiap hari, sedangkan di perangkat Android tidak mencoba menghubungi server tersebut sama sekali.

Secara geografis, lokasi server yang paling banyak dihubungi dalam waktu per hari yaitu:

  • Amerika Serikat: 679 kali
  • Swedia: 468 kali
  • Jerman: 136 kali
  • Irlandia: 96 kali
  • Polandia: 79 kali.

Pada umumnya, aktivitas jaringan yang lebih tinggi dapat dikategorikan sebagai aktivitas mencurigakan. Bisa berarti aplikasi yang tidak berfungsi semestinya atau proses-proses nakal yang berjalan di background, termasuk aktivitas berbahaya.

Perlu diingat, catatan DNS memang tidak dapat memberikan gambaran yang lengkap terhadap aktivitas ponsel karena hanya mengungkap server apa yang dihubungi dan seberapa sering server tersebut dihubungi. Jadi, data yang dikirim atau diterima server tersebut tidak bisa diketahui.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait