China Lakukan Revolusi Pendidikan, Integrasi AI Ciptakan Generasi Unggul Masa Depan

China Lakukan Revolusi Pendidikan, Integrasi AI Ciptakan Generasi Unggul Masa Depan

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - China kembali menunjukkan langkah progresif dalam dunia pendidikan global. Pemerintah negara itu mengumumkan integrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) ke dalam sistem pembelajaran di seluruh jenjang pendidikan. 

Dari tingkat dasar hingga universitas, kecerdasan buatan (AI) akan menjadi bagian penting dalam materi pelajaran, metode pengajaran, serta pengembangan buku teks. 

Langkah ini diumumkan oleh Kementerian Pendidikan China yang menyatakan bahwa tidak hanya bertujuan memperbarui sistem pendidikan, tetapi juga memacu pertumbuhan talenta inovatif di tengah persaingan teknologi dunia.

Langkah penggunaan AI ini juga akan mendukung penguatan kemampuan dasar siswa, seperti berpikir kritis, penyelesaian masalah, serta komunikasi dan kerja sama. 

Dalam pernyataannya, kementerian juga menekankan pentingnya AI dalam membentuk daya saing inti bagi para pendidik dan peserta didik yang siap bersaing secara global.

BACA JUGA:

"Mempromosikan kecerdasan buatan akan membantu 'menumbuhkan kemampuan dasar guru dan siswa,' dan membentuk daya saing inti dari bakat-bakat inovatif," kata kementerian pendidikan dikutip dari Reuters.

Tidak hanya berhenti pada siswa, teknologi ini juga akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas para guru. 

Dengan memanfaatkan AI, guru dapat menciptakan pendekatan pengajaran yang lebih personal, efisien, dan menyesuaikan dengan kebutuhan individual siswa. 

AI juga akan digunakan untuk menganalisis performa pembelajaran serta memberikan umpan balik yang lebih cepat dan akurat.

Kebijakan ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang China untuk menjadi negara dengan pendidikan kuat pada tahun 2035. 

Dalam rencana tersebut, China menetapkan target untuk memanfaatkan teknologi dan inovasi sebagai motor penggerak reformasi pendidikan. AI menjadi komponen utama dalam mewujudkan transformasi tersebut.

Langkah ini mendapat dukungan penuh setelah keberhasilan berbagai universitas di China dalam membuka program studi AI dan memperluas pendaftaran di bidang tersebut. 

BACA JUGA:

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait