Mengenal Hari Tasyrik, Tiga Hari Istimewa Setelah Idul Adha yang Nggak Boleh Kamu Lewatkan
Ilustrasi pria beribadah di masjid--Pixabay/ yourillustration
Hari Tasyrik bisa kamu jadikan waktu spesial untuk “naik level” dalam ibadah.
Mulai dari shalat sunnah, sedekah, membaca Al-Qur'an, hingga memperbanyak doa dan introspeksi diri.
Anggap saja ini momen "recharge iman" setelah perjuangan Idul Adha.
Dilarang Puasa
Nah, yang menarik dari Hari Tasyrik, puasa justru dilarang.
Kenapa? Karena ini adalah hari untuk menikmati nikmat dari Allah, termasuk menikmati daging kurban.
Seperti sabda Rasulullah SAW:
"Hari Arafah, hari Idul Adha, dan hari Tasyrik adalah hari raya kita umat Islam. Itu adalah hari untuk makan dan minum." (HR. An-Nasa’i).
Jadi, nikmati sajian dengan syukur, bukan malah puasa.
BACA JUGA:Dampak Buruk Konsumsi Daging Kambing Secara Berlebihan Bagi Tubuh saat Idul Adha
BACA JUGA:Doa Menyembelih Hewan Kurban Lengkap Arab, Latin dan Artinya: Tuntunan Menurut Sunnah
Kalau pun ada pengecualian, itu hanya untuk orang yang sedang menunaikan haji tamattu’ dan tidak mampu menyediakan hewan kurban. Dalam kasus ini, baru deh boleh puasa Tasyrik. (HR. Bukhari).
Hari Tasyrik bukan sekadar "hari sisa" setelah lebaran haji.
Ia adalah kelanjutan dari semangat kurban dan rasa syukur yang dipraktikkan dalam bentuk dzikir, ibadah, dan berbagi nikmat.
Jadi, yuk manfaatkan Hari Tasyrik dengan sebaik-baiknya.
Bukan hanya jadi momen makan enak bareng keluarga, tapi juga waktu yang tepat buat memperbanyak amal dan mendekat kepada Allah SWT.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: