7 Kesalahan Umum di Stasiun Pengisian EV dan Cara Menghindarinya
Mobil listrik mengisi daya di stasiun pengisian daya EV--Canva
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Dengan meningkatnya adopsi kendaraan listrik (EV) di Indonesia, penggunaan stasiun pengisian daya menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari para pemilik EV.
Namun, masih banyak pengguna yang melakukan kesalahan saat mengisi daya, yang dapat merugikan diri sendiri maupun pengguna lain.
Berikut adalah tujuh kesalahan umum yang sering terjadi dan cara menghindarinya:
1. Mengisi Daya hingga 100% di Stasiun Pengisian Cepat
Mengisi baterai hingga penuh di stasiun pengisian cepat (DC fast charger) dapat memperlambat proses pengisian dan menyebabkan antrean panjang.
BACA JUGA:Deretan Mobil Listrik Terbaru yang Bakal Tampil di PEVS 2025!
Sebagian besar EV mengisi daya paling efisien antara 10% hingga 80%. Setelah itu, kecepatan pengisian menurun drastis. Sebaiknya, isi daya hingga 80% saja, kecuali benar-benar diperlukan.
2. Menggunakan Charger yang Tidak Sesuai dengan Kapasitas Kendaraan
Tidak semua EV kompatibel dengan semua jenis charger. Menggunakan charger dengan daya lebih tinggi dari kapasitas kendaraan tidak akan mempercepat pengisian dan justru dapat menghambat pengguna lain yang membutuhkan charger tersebut.
Pastikan Anda mengetahui spesifikasi kendaraan Anda dan menggunakan charger yang sesuai.
3. Meninggalkan Kendaraan Setelah Pengisian Selesai
Meninggalkan kendaraan di stasiun pengisian setelah baterai penuh dapat mengganggu pengguna lain yang ingin mengisi daya.
Beberapa stasiun bahkan memberlakukan biaya tambahan bagi kendaraan yang tetap terparkir setelah pengisian selesai. Segera pindahkan kendaraan Anda setelah selesai mengisi daya.
4. Tidak Merencanakan Pengisian Daya Sebelumnya
Mengandalkan stasiun pengisian umum tanpa perencanaan dapat menyebabkan keterlambatan, terutama jika stasiun tersebut sedang penuh atau tidak berfungsi.
Gunakan aplikasi atau sistem navigasi untuk merencanakan rute dan mengetahui lokasi stasiun pengisian yang tersedia.
BACA JUGA:Mobil Listrik Polytron Skyworth K Siap Meluncur di Indonesia, Intip Spesifikasi dan Kecanggihannya
BACA JUGA:Lexus Perkenalkan All-New ES di Auto Shanghai 2025, Hadirkan Varian Listrik dan Desain Lebih Elegan
5. Mengabaikan Etika Penggunaan Stasiun Pengisian
Menggunakan stasiun pengisian sebagai tempat parkir tanpa mengisi daya, atau memotong antrean, adalah perilaku yang tidak etis. Selalu hormati pengguna lain dengan mengikuti antrean dan hanya menggunakan stasiun pengisian saat benar-benar diperlukan.
6. Tidak Memeriksa Status Stasiun Sebelum Datang
Beberapa stasiun pengisian mungkin sedang tidak berfungsi atau penuh. Sebelum menuju ke stasiun pengisian, periksa statusnya melalui aplikasi atau situs web resmi untuk memastikan ketersediaan dan fungsionalitasnya.
7. Mengisi Daya Terlalu Sering atau Terlalu Jarang
Mengisi daya terlalu sering, terutama saat baterai masih penuh, dapat mempercepat degradasi baterai. Sebaliknya, membiarkan baterai terlalu kosong juga dapat merusaknya.
Usahakan untuk menjaga tingkat pengisian baterai antara 20% hingga 80% untuk memperpanjang umur baterai.
Menghindari kesalahan-kesalahan di atas tidak hanya membantu Anda dalam menjaga kondisi kendaraan listrik Anda, tetapi juga berkontribusi pada kenyamanan dan efisiensi penggunaan stasiun pengisian daya bagi semua pengguna.
Dengan etika dan perencanaan yang baik, kita dapat menciptakan ekosistem kendaraan listrik yang lebih baik di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: