Aturan Buka Puasa di KRL dan MRT Jakarta Selama Ramadan 2026: Penumpang Boleh Berbuka, Tapi Ada Batasannya!

Aturan Buka Puasa di KRL dan MRT Jakarta Selama Ramadan 2026: Penumpang Boleh Berbuka, Tapi Ada Batasannya!

Comutter Line Jabodetabek/ilustrasi-ilustrasi-Berbagai sumber

RADARPENA.CO.ID - Selama Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, operator transportasi publik di Jakarta menetapkan aturan khusus bagi para penumpang yang masih berada dalam perjalanan saat azan magrib berkumandang.

Kebijakan ini dibuat untuk mengakomodasi kebutuhan umat Muslim yang ingin membatalkan puasa tepat waktu, namun tetap menjaga kenyamanan, kebersihan, dan ketertiban di ruang publik.

Aturan tersebut berlaku di layanan KRL Commuter Line yang dikelola KAI Commuter maupun moda MRT yang dioperasikan MRT Jakarta.

Secara umum, prinsip kebijakan ini menekankan berbuka secukupnya, tidak mengonsumsi makanan berat, serta wajib menjaga kebersihan selama berada di kereta maupun area stasiun.

Ketentuan Buka Puasa di KRL Commuter Line

Pihak KAI Commuter memperbolehkan penumpang membatalkan puasa di dalam kereta saat waktu magrib tiba. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan bahwa pengguna diperkenankan berbuka dengan makanan dan minuman ringan, namun tidak berlebihan.

BACA JUGA:Siap-Siap Pulang Kampung! Mudik Gratis Lebaran Pemkab Tangerang 2026: Cek Cara Daftar, Syarat, dan Rutenya

Selain itu, penumpang diminta menghindari konsumsi makanan atau minuman yang berbau menyengat demi menjaga kenyamanan bersama, mengingat kondisi kereta yang tertutup dan padat saat jam pulang kerja.

Makanan dan Minuman yang Diperbolehkan

  • Air mineral (kemasan atau tumbler)

  • Buah kurma atau buah lain yang tidak berbau menyengat

  • Makanan ringan seperti roti

Yang Tidak Diperbolehkan

  • Nasi beserta lauk pauk

  • Makanan siap saji

  • Makanan atau minuman berbau tajam

  • Kopi, soda, sirup, es buah, dan minuman selain yang diperkenankan

Untuk penumpang yang memilih berbuka di area stasiun, durasi dibatasi maksimal satu jam sejak waktu magrib. Setelah itu, area harus kembali steril dari aktivitas makan dan minum.

Penumpang juga diwajibkan membawa kembali sampahnya hingga menemukan tempat sampah di stasiun tujuan. Aturan ini diberlakukan untuk menjaga kebersihan fasilitas publik.

Fasilitas Tambahan Selama Ramadan

Selama bulan suci, KAI Commuter juga menghadirkan fasilitas pendukung berupa water station atau dispenser air minum gratis di sejumlah stasiun.

Fasilitas ini bisa dimanfaatkan penumpang untuk berbuka puasa, dengan catatan harus membawa tumbler atau botol minum pribadi.

Selain itu, petugas kereta dan stasiun akan mengumumkan waktu berbuka puasa secara berkala agar penumpang tidak terlewat momen magrib.

BACA JUGA:Samsung Galaxy A37 dan A57 Segera Rilis, Intip Bocoran Spesifikasinya

Jadwal Operasional Commuter Line Ramadan 2026

Operasional perjalanan KRL selama Ramadan tetap berjalan normal dengan volume perjalanan yang cukup padat, yaitu:

  • Jabodetabek: 1.065 perjalanan per hari (04.00–24.00 WIB)

  • Basoetta: 70 perjalanan per hari

  • Merak: 14 perjalanan per hari

  • Yogyakarta–Palur: 27 perjalanan per hari

  • Prameks: 10 perjalanan per hari

Padatnya jadwal ini membuat kebijakan berbuka di kereta menjadi solusi realistis bagi para komuter yang belum tiba di rumah saat magrib.

Ketentuan Buka Puasa di MRT Jakarta

Berbeda dengan KRL, aturan berbuka di MRT Jakarta cenderung lebih ketat. Penumpang tetap diperbolehkan membatalkan puasa di dalam kereta maupun area stasiun, tetapi jenis konsumsi dibatasi lebih sedikit.

Makanan dan Minuman yang Diperbolehkan

  • Air mineral (kemasan atau tumbler)

  • Buah kurma

Yang Tidak Diperbolehkan

  • Nasi dan lauk pauk

  • Makanan kecil atau makanan siap saji

  • Teh, kopi, sirup, soda, dan minuman selain air mineral

Durasi berbuka di MRT juga jauh lebih singkat, yakni maksimal 10 menit sejak azan magrib berkumandang. Setelah itu, penumpang diminta kembali mematuhi aturan larangan makan dan minum di area MRT.

Sama seperti di KRL, kebersihan menjadi perhatian utama. Penumpang wajib menyimpan sampah hingga menemukan tempat pembuangan terdekat.

Tiga Prinsip Utama Aturan Berbuka di Transportasi Publik

Baik di KRL maupun MRT, kebijakan Ramadan ini berpegang pada tiga prinsip dasar, yaitu:

  1. Berbuka secukupnya – hanya untuk membatalkan puasa, bukan makan besar.

  2. Tidak mengonsumsi makanan berat di dalam kereta atau area stasiun.

  3. Menjaga kebersihan dan kenyamanan seluruh pengguna transportasi.

Ramadan 2026: Ibadah Tetap Lancar, Perjalanan Tetap Nyaman

Kebijakan ini menjadi pedoman penting bagi para pekerja dan komuter yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba.

Dengan adanya kelonggaran aturan makan dan minum secara terbatas, umat Muslim tetap bisa menjalankan ibadah puasa tanpa harus khawatir melanggar tata tertib transportasi publik.

Di sisi lain, pembatasan jenis makanan, durasi, serta kewajiban menjaga kebersihan diharapkan mampu menciptakan suasana perjalanan yang tertib, higienis, dan nyaman bagi semua penumpang selama Ramadan 2026.

 
 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: