Pemprov DKI Siapkan Modifikasi Cuaca Antisipasi Hujan Ekstrem di Jakarta
Gubernur DKI Pramono Anung larang sekolah swasta gratis pungut biaya ke siswa.-Foto: Disway.id-
Radarpena.co.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan curah hujan dengan intensitas tinggi akan melanda kawasan Jakarta dalam kurun waktu satu minggu ke depan.
Merespons kondisi tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melaksanakan langkah antisipatif berupa operasi modifikasi cuaca selama lima hari berturut-turut.
Pramono, yang akrab disapa Mas Pram, menjelaskan bahwa pelaksanaan modifikasi cuaca dijadwalkan mulai Rabu, 14 Januari 2026. Langkah ini ditempuh sebagai upaya pencegahan banjir yang berpotensi terjadi akibat hujan deras berkepanjangan.
"Saya sudah memerintahkan kepada BPBD untuk melakukan modifikasi cuaca selama lima hari ini. Karena memang data BMKG itu kurang lebih hampir sama dengan yang kemarin," kata Pramono di Jakarta Pusat, Selasa, 13 Januari 2026.
Lebih lanjut, Pramono menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan anggaran untuk mendukung pelaksanaan modifikasi cuaca hingga 30 hari.
Ia menegaskan, apabila situasi mengharuskan, modifikasi cuaca dapat dilakukan setiap hari tanpa ragu.
"Dampak banjir dibandingkan dengan melakukan modifikasi cuaca, maka lebih baik dilakukan modifikasi cuaca," ujarnya.
Pramono pun berharap, melalui langkah mitigasi ini, potensi terjadinya banjir di Ibu Kota dapat diminimalkan secara optimal.
"Mudah-mudahan ini akan tertangani, teratasi secara lebih baik," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Tim Kerja Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Ida Pramuwardani, mengungkapkan bahwa mayoritas wilayah Jakarta berpeluang mengalami hujan lebat yang disertai kilat serta angin kencang.
Ia menambahkan, wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur menjadi area yang perlu mendapat perhatian khusus karena berpotensi terdampak hujan ekstrem.
"Dalam sepekan ke depan sebagian besar wilayah Jakarta masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan–lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang. Hujan dengan intensitas lebat berpotensi terjadi," kata Ida kepada wartawan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: