Banjir Bandang Terjang Pulau Siau, 6 Warga Tewas dan 4 Hilang
Banjir Bandang Pulau Siau Sulawesi Utara--ist
MANADO, RADARPENA.CO.ID - Bencana banjir bandang menerjang permukiman warga di Pulau Siau, Sulawesi Utara, pada Senin (5/1/2026) dini hari. Peristiwa tragis ini menelan enam korban jiwa, merusak rumah warga, serta memaksa puluhan keluarga mengungsi demi keselamatan.
Banjir bandang terjadi di Kelurahan Bahu, Lingkungan III, Kecamatan Siau Timur, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak malam hingga dini hari.
Bupati Kepulauan Sitaro Cinthya Ingrid Kalangit, melalui Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Deddy Passandaran, menyampaikan bahwa selain korban meninggal, masih terdapat warga yang dilaporkan hilang dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.
“Selain korban jiwa, ada rumah warga yang hilang terseret banjir, beberapa warga belum ditemukan, serta sejumlah korban mengalami luka-luka,” ujar Deddy di Manado.
Enam Korban Jiwa Telah Teridentifikasi
Enam warga yang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut yakni:
- Ratmon Bangsa
- Fardelin Tamalonggehe
- Yance Tamalonggehe
- Lorensi Bawolce
- Yoan Bangsa
- Santi Diamanis
Sementara itu, empat warga masih dinyatakan hilang, termasuk seorang bayi, yakni:
- Swinggli Dalending
- Adris Pianaung
- Leon Pianaung
- Kairi Kansil (bAyi)
Tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap para korban yang belum ditemukan.
BACA JUGA:Gebrakan Polri! Target 569 Sumur Bor di Sumatera Demi Atasi Krisis Air Bersih Pascabencana
Sejumlah Warga Luka-luka
Selain korban meninggal dan hilang, banjir bandang juga menyebabkan beberapa warga mengalami luka-luka. Mereka adalah:
- Dhea Pinamagun
- Marlis Sangili
- Onal Kansil
- Abo Pandaeng
Para korban luka telah mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.
Puluhan Keluarga Mengungsi
Akibat bencana ini, warga dari Lingkungan III dan Lingkungan IV Kelurahan Bahu terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Untuk sementara, para pengungsi ditampung di Kantor Kelurahan Bahu dan selanjutnya akan dipindahkan ke Museum Kelurahan Tarorane, Kecamatan Siau Timur.
“Data sementara pengungsi tercatat sebanyak 35 kepala keluarga atau 108 jiwa,” jelas Deddy.
Rumah Hanyut dan Akses Jalan Terputus
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: