Smelter Nikel PT GNI Dikabarkan Bangkrut? Ini Penjelasan Pemerintah

Smelter Nikel PT GNI Dikabarkan Bangkrut? Ini Penjelasan Pemerintah

Smelter Nikel PT GNI Bangkrut --

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Belum lama ini, PT Gunbuster Nickel Industry (GNI), perusahaan operasional smelter nikel pirometalurgi, dikabarkan menghadapi ancaman penutupan alias bangkrut. 

Hal ini menyusul laporan bahwa perusahaan induknya di China, Jiangsu Delong Nickel Industry Co, berada di ambang kebangkrutan.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, mengungkapkan bahwa salah satu faktor utama yang memicu krisis ini adalah ekspansi besar-besaran yang dilakukan oleh Jiangsu Delong Nickel Industry Co.

"Biaya produksi yang tinggi, penurunan harga feronikel, serta kepemilikan saham patungan sebesar 48 persen menjadi penyebab utama permasalahan ini," ujar Yuliot dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa 25 Februari 2025.

BACA JUGA:Pabrik Smelter Nikel Kembali Terbakar di Sangasanga, 3 Pekerja Alami Luka Bakar

Pemerintah Akan Lakukan Evaluasi

Menanggapi kondisi PT GNI, Yuliot menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek operasional perusahaan.

"Kami akan menelusuri apakah ini murni masalah bisnis atau ada faktor lain yang turut mempengaruhi kelangsungan operasional PT GNI," jelasnya.

PT GNI Tetap Beroperasi dan Lakukan Restrukturisasi

Sementara itu, pihak manajemen PT GNI memastikan bahwa operasional perusahaan tetap berjalan secara optimal. Mereka juga mengungkapkan adanya perubahan dalam manajemen operasional sebagai langkah strategis menghadapi tantangan industri di masa depan.

"Kami sedang melakukan restrukturisasi agar perusahaan lebih kuat dan mampu bertahan di tengah kondisi pasar yang fluktuatif," ujar perwakilan manajemen PT GNI.

Selain itu, PT GNI menegaskan bahwa setiap keputusan yang diambil telah dipertimbangkan secara matang demi kepentingan jangka panjang perusahaan dan semua pemangku kepentingan.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan akan berupaya menjaga stabilitas operasional sebaik mungkin," tutup pihak manajemen.(bianca)

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: