Mengenal Sang Ganas, Kobra

Mengenal Sang Ganas, Kobra

JAKARTA, RADARPENA - Ular sendok atau Ular kobra sejati adalah sebutan khusus untuk semua jenis ular berbisa (Elapidae) yang memiliki kemampuan memipihkan lehernya hingga membentuk seperti sendok atau tudung. Istilah “ular sendok” umumnya digunakan untuk jenis-jenis Naja.

Akan tetapi, beberapa spesies selain dari genus Naja yang memiliki ciri khas yang sama juga disebut “ular sendok”, walaupun spesies-spesies tersebut memiliki nama atau sebutan khusus, misalnya sebutan “ular anang” yang umum untuk spesies Ophiophagus hannah, walaupun bisa juga disebut “kobra raja” atau “ular sendok raja”. Ular sendok dari genus Naja (kobra sejati) tersebar di AfrikaAsia BaratAsia Selatan, dan Asia Tenggara. ( Wikipedia, Ensiklopedia )

 

Istilah “kobra” dalam bahasa Indonesia diambil dari kata bahasa Portugiscobra, yang berasal dari bahasa Latincolobra (colubercolubra) yang juga berarti ular. Koloni Portugis yang datang ke Afrika dan Asia Selatan pada abad ke-16 menemukan berbagai ular yang kemudian mereka sebut cobra-capelo yang artinya “ular bertudung”.

Dari istilah tersebut, berkembanglah sebutan-sebutan yang mirip dalam bahasa SpanyolPrancis, Inggris, dan bahasa Eropa lainnya. Sedangkan nama ilmiah mereka, Naja, berasal dari kata bahasa SansekertaNāgá (नाग) yang berarti “ular”.

 

Semua jenis ular sendok gigitannya dapat berakibat fatal. Sebagian besar spesies memiliki bisa neurotoksin yang kuat, yang mampu melumpuhkan jaringan saraf, mengakibatkan paralisis, dan mungkin juga memiliki kandungan racun sitotoksin, yang menyebabkan pembengkakan dan kegagalan pembekuan darah (antikoagulan). Beberapa spesies juga memiliki kandungan racun kardiotoksin (menyebabkan kardiomiopati).

 

Kardiomiopati adalah sekelompok penyakit yang berdampak pada otot jantung. Keadaan awalnya hanya menimbulkan sedikit gejala atau tidak ada gejala sama sekali. Beberapa orang mengalami napas pendek, rasa letih, atau kaki bengkak karena gagal jantungDetak jantung tak biasa dapat terjadi serta pingsan.[3] Orang-orang yang terkena dampaknya makin berisiko terhadap kematian jantung mendadak.

 

Spesies-spesies ular sendok dari genus Naja ini juga merupakan beberapa dari sekian banyak spesies ular berbisa yang banyak menimbulkan kasus gigitan ular di wilayah sebarannya, di mana sebaran geografis ular sendok Naja meliputi sebagian besar Benua Afrika (termasuk sebagian daerah gurun Sahara), Asia BaratAsia TengahAsia SelatanAsia Timur, dan Asia Tenggara. Sekitar 30 sampai 40% dari gigitan yang terjadi berupa gigitan “kering”, atau gigitan ular yang tidak disertai dengan mengeluarkan racun atau bisa.***(dimas

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait

Mengenal Sang Ganas, Kobra

13 Jul 2023, 09:54 WIB