Lebaran Betawi 2026: Merawat Tradisi dan Identitas Jakarta Menuju Kota Global

Lebaran Betawi 2026: Merawat Tradisi dan Identitas Jakarta Menuju Kota Global

Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng jadi ajang perkuat identitas Jakarta.--

radarpena.co.id - Gelaran Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 11 April 2026, berlangsung meriah. Acara ini bukan sekadar seremoni rutin pasca-Idulfitri, melainkan pengingat penting bagi warga untuk menjaga kelestarian budaya Betawi sebagai fondasi identitas kota Jakarta yang dinamis.

Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi sekaligus Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012, Fauzi Bowo, menekankan pentingnya acara ini dalam sambutannya. Pria yang akrab warga sapa dengan sebutan Bang Foke ini melihat pelestarian tradisi budaya Betawi sebagai hal vital di tengah modernisasi kota.

"Di tengah perkembangan kota yang kian modern dan dinamis, nilai silaturahmi, kebersamaan, penghormatan kepada orang tua serta gotong royong harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus. Karena itu, kami secara khusus melibatkan generasi muda dalam penyelenggaraan kegiatan ini,” ujar Foke.

Tradisi Antaran: Simbol Hormat, Bukan Gratifikasi

Salah satu poin menarik yang menjadi sorotan adalah Tradisi Antaran. Bang Foke menjelaskan bahwa unsur ini merupakan elemen khas yang mengekspresikan rasa takzim dan hormat dari yang muda kepada yang lebih tua. Hal ini sangat selaras dengan tema acara tahun ini: "Lebaran Betawi untuk Jakarta: Memperkokoh Persatuan dalam Merawat Tradisi Menuju Kota Global”.

Beliau memberikan rincian filosofis mengenai tradisi unik ini agar tidak terjadi salah persepsi di mata hukum atau publik.

"Tradisi Antaran merupakan unsur elemen khas tidak boleh dilupakan sebagai bentuk ekspresi dari takzim dan hormat anak kepada orang tua, yang muda kepada lebih tua, murid kepada guru-guru, lurah kepada camat, camat kepada walikota dan bupati, dan walikota beserta bupati kepada gubernur. Saya garisbawahi ini bukan gratifikasi, tapi budayanya orang Betawi," ungkapnya.

Membangun Jakarta Sebagai Kota Global Berbasis Budaya

Melalui momentum ini, Foke mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk saling memaafkan dan mempererat tali persaudaraan. Menurutnya, persatuan di tengah keberagaman adalah kunci utama agar warga Jakarta bisa berkontribusi lebih dalam membangun kota.

Harapannya, perayaan ini mampu memperkuat rasa memiliki terhadap Jakarta. Dengan begitu, warga dan Pemprov DKI dapat bersinergi mengembangkan Jakarta menjadi kota global yang tetap memegang teguh akar nilai-nilai lokal.

"Betawi bersatu, Jakarta maju, Insya Allah Indonesia baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," tandasnya menutup sambutan.

Sekilas Tentang Lebaran Betawi

Sebagai informasi tambahan buat kamu, Lebaran Betawi merupakan kegiatan rutin tahunan. Majelis Kaum Betawi dan Badan Musyawarah (Bamus) Betawi telah menggagas acara ini sejak tahun 2008.

Setiap penyelenggaraannya, pengunjung dapat menikmati berbagai kekayaan budaya asli Jakarta, mulai dari:

  • Wisata kuliner khas Betawi yang melegenda.

  • Pentas seni budaya dan kesenian tradisional.

  • Ajang silaturahmi akbar lintas generasi.

Jadi, selain menjadi tempat melepas rindu dengan suasana kampung tengah kota, Lebaran Betawi tetap menjadi benteng pertahanan identitas Jakarta di kancah dunia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: antara