Dianggap Belum Memuaskan, Trump Tolak Proposal Baru Iran
Trump menolak proposal negosiasi baru Iran karena menganggap tawaran Teheran belum memuaskan untuk mengakhiri konflik.--
Di tengah situasi yang memanas, Washington mengumumkan bahwa mereka telah menyetujui penjualan senjata dalam skala besar kepada para sekutunya di Timur Tengah pada Jumat malam. Kesepakatan militer ini mencakup penjualan sistem rudal Patriot senilai USD4 miliar ke Qatar dan pengiriman sistem senjata presisi senilai hampir USD1 miliar ke Israel.
Di sisi lain, kepala kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei, menegaskan posisi negaranya dalam konflik ini. Ia menyatakan bahwa Iran "tidak pernah menghindari negosiasi", namun menegaskan bahwa Teheran tidak akan tunduk pada segala bentuk "pemaksaan" saat berupaya menghindari pecahnya kembali perang terbuka.
Reaksi Pasar Minyak dan Tekanan Politik terhadap Trump
Munculnya kabar mengenai proposal baru Iran ini sempat membuat harga minyak dunia merosot hampir 5 persen. Meski demikian, harga minyak global saat ini masih bertengger sekitar 50 persen lebih tinggi dibanding level sebelum perang akibat penutupan Selat Hormuz yang terus berlanjut.
Di tingkat diplomasi internasional, seorang pejabat Uni Eropa menyebutkan bahwa Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, telah berdiskusi dengan diplomat utama Iran, Abbas Araghchi. Pembicaraan tersebut berfokus pada upaya pembukaan kembali Selat Hormuz demi memulihkan ekonomi global.
Bagi warga sipil di Teheran, kebuntuan politik ini sangat melelahkan. Amir, seorang warga Teheran, menyampaikan keluh kesahnya kepada jurnalis AFP di Paris.
"Ini terasa seperti kita terjebak di purgatorium," katanya pesimistis. Ia menilai bahwa proposal ini hanya taktik belaka. "Ini semua hanya untuk membuang waktu," katanya, memprediksi Amerika Serikat dan Israel "akan menyerang lagi".
Sementara itu di Washington, Donald Trump harus menghadapi polemik hukum terkait batas waktu pengajuan izin perang kepada kongres.
Para pejabat pemerintah mengeklaim bahwa masa gencatan senjata otomatis menghentikan hitungan mundur 60 hari yang mewajibkan adanya persetujuan kongres. Namun, argumen tersebut langsung dibantah oleh kubu oposisi dari Partai Demokrat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: