AS Hancurkan Jembatan Tertinggi di Iran, Ancam Serangan Lebih Besar Jika Tak Ada Kesepakatan
Serangan AS-Israel hancurkan jembatan tertinggi di Iran.--
radarpena.co.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa jembatan tertinggi di Iran telah dihancurkan, hanya beberapa jam setelah ia mengancam akan membom negara tersebut “hingga kembali ke Zaman Batu.”
Trump juga membagikan rekaman di media sosial yang memperlihatkan asap tebal mengepul dari jembatan B1 di Karaj, sekitar 35 kilometer barat daya Teheran, Kamis, 2 April 2026.
Selain itu, ia memperingatkan bahwa serangan lanjutan akan terjadi jika Iran tidak segera kembali ke meja perundingan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama lima minggu.
“Jembatan terbesar di Iran runtuh, tidak akan pernah digunakan lagi – Masih banyak lagi yang akan menyusul! SUDAH SAATNYA BAGI IRAN UNTUK MEMBUAT KESEPAKATAN SEBELUM TERLAMBAT, DAN TIDAK ADA YANG TERSISA DARI APA YANG MASIH BISA MENJADI NEGARA YANG HEBAT!” kata Trump.
Serangan Berulang Picu Korban Sipil
Sebelumnya, televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa jembatan tersebut menjadi sasaran dua serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
“Beberapa menit yang lalu, musuh Amerika-Zionis sekali lagi menargetkan jembatan B1 di Karaj,” kata TV pemerintah, seraya menambahkan bahwa serangan pertama menyebabkan dua korban sipil.
Tak berhenti di situ, serangan lanjutan terjadi saat tim darurat sudah berada di lokasi untuk memberikan pertolongan kepada korban dari serangan awal. Situasi ini memperparah dampak serangan dan meningkatkan jumlah korban.
Kantor berita Fars yang berafiliasi dengan pemerintah Iran kemudian melaporkan bahwa delapan orang tewas dan 95 lainnya mengalami luka-luka akibat rangkaian serangan tersebut.
Iran Tegaskan Tak Akan Menyerah
Menanggapi insiden tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa serangan terhadap infrastruktur sipil tidak akan melemahkan rakyat Iran.
“menyerang bangunan sipil, termasuk jembatan yang belum selesai, tidak akan memaksa warga Iran untuk menyerah.”
“Itu hanya menunjukkan kekalahan dan keruntuhan moral musuh yang sedang kacau. Setiap jembatan dan bangunan akan dibangun kembali lebih kuat. Yang tidak akan pernah pulih: kerusakan pada reputasi Amerika,” tulisnya di X.
Dugaan Fungsi Militer Jembatan B1
Seorang pejabat Amerika Serikat mengungkapkan kepada Axios bahwa jembatan tersebut menjadi target karena diduga digunakan oleh militer Iran untuk mengangkut rudal dan komponen penting secara diam-diam dari Teheran menuju lokasi peluncuran di Iran bagian barat.
Selain itu, jembatan tersebut juga disebut berperan dalam mendukung logistik militer Iran di ibu kota.
Jembatan B1 sendiri masih dalam tahap pembangunan. Namun, media yang berafiliasi dengan pemerintah Iran menyebutkan bahwa struktur ini merupakan jembatan tertinggi di Timur Tengah dengan kolom setinggi 447 kaki atau sekitar 136 meter.
Ancaman Trump dan Situasi Perang
Dalam pidato yang disampaikan pada Rabu, Trump menyatakan bahwa konflik yang dimulai oleh Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari hampir mencapai akhir. Meski begitu, ia tetap melontarkan ancaman keras terhadap Iran.
"Dalam dua hingga tiga minggu ke depan, kita akan membawa mereka kembali ke Zaman Batu, tempat mereka seharusnya berada," katanya dalam pidato pertamanya di jam tayang utama kepada bangsa mengenai perang tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: